Arsip Harian:Minggu, 22 Juni 2008

Apakah LongPipe Untuk Menipu, atau Menutupi Kelemahan, atau Jalan Pintas Kemenangan ?


ARE LONG PIPS CHEATING ?

LongPipe dari dulu selalu karet yang kontroversial. Berikut ini sebagian poin pokok dibuat oleh para pemain yang mengeluh dengan LP, dan komentar di setiap bagian, BORIS:

1. LongPipe MUDAH mengontrol bola2 spinny:

· Benar, tetapi catat bahwa MUDAH mengontrol bukan berarti yang TERBAIK.

· Membuat pukulan yang bermutu tinggi jauh lebih sulit dibanding karet inverted.

· Pemain karet inverted punya range pilihan luas, dan mereka dapat memilih satu type karet inverted yang memberikan semua control tertentu yang diperlukan.

· Pemilihan jenis karet yang membuat anda dapat mengendalikan bola bukanlah disebut cheating. Namun ide yang bagus.

2. Sulit bermain melawan LP jika anda tidak mengetahui BAGAIMANA cara kerjanya:

· Benar, tetapi ini hanya masalahMU. Bayangkan anda akan mengeluh jika karet inverted tidak ada, dan anda (seorang pemain hardbat, yang tidak pernah menghadapi karet apapun selain hardbat juga) kemudian menghadapi seorang pemain baru dari planet lain yang menggunakan inverted Mark V dengan spon MAXIMUM ditambah reglue berat.

· Jika anda menghadapi pemain ini sekali per tahun, anda Tidak Akan Pernah belajar bermain melawan inverted, karenanya anda perlu lebih banyak berlatih untuk dapat menghadapinya. Jika anda selalu HINDARI pemain ini sepanjang waktu, sedikit melawannya, kemapuanmu akan rendah sekali. Begitu juga inverted bermain melawan LP.

Read the rest of this entry

Bermain Taktis


TACTICAL PLAYERS

Artikel ini diharapkan dapat menyediakan dan pengenalan pada apa yang disebut2 gaya-gaya taktis.

Kita semua tahu bahwa ada gaya serang dan bertahan. Bahkan ada gaya-gaya campuran (seperti pemain BH chop dan FH loop). Ada pemain penuh rally, kemudian memukul menyerbu. Ada pemain dengan spin bervariasi, dan pemain yang menantikan error lawan (bahkan memaksa mereka). Ada twiddlers (bolak-balik raket) yang dapat memainkan setiap stroke dengan 2 karet yang sangat berbeda. Ada pemain berbagai selera blok entah apa saja, yang menggunakan setiap kombinasi peralatan. Daftar ini tak ada akhirnya…

Lalu, apa sesungguhnya gaya taktis itu?

Sebenaranya, semua gaya adalah bersifat taktis sampai taraf tertentu. Setiap looper harus menghadapi keputusan-keputusan seperti “di mana aku menempatkan shot berikutnya?”, ” serve apa yang sekarang sebaiknya aku lakukan?”, “akankah bidikanku berikutnya sebuah loop aman yang lambat atau topspin penuh resiko?”, “Apakah perubahan langkah bermanfaat bagi lawan atau aku?”, dan seterusnya. Ini semuanya adalah ‘keputusan-keputusan taktis’, dan menjadi arti penting terhadap pengembangan dan hasil dari pertandingan.

Read the rest of this entry

Psikologi Olahraga


Sumber: http://www.bulutangkis.com

A. Pengertian Psikologi Olahraga

1. Apakah Psikologi Olahraga?

Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya, mulai dari perilaku sederhana sampai yang kompleks. Perilaku manusia ada yang disadari, namun ada pula yang tidak disadari, dan perilaku yang ditampilkan seseorang dapat bersumber dari luar ataupun dari dalam dirinya sendiri.

Ilmu psikologi diterapkan pula ke dalam bidang olahraga yang lalu dikenal sebagai psikologi olahraga. Penerapan psikologi ke dalam bidang olahraga ini adalah untuk membantu agar bakat olahraga yang ada dalam diri seseorang dapat dikembangkan sebaik-baiknya tanpa adanya hambatan dan factor-faktor yang ada dalam kepribadiannya. Dengan kata lain, tujuan umum dari psikologi olahraga adalah untuk membantu seseorang agar dapat menampilkan prestasi optimal, yang lebih baik dari sebelumnya.

2. Mengapa Psikologi Olahraga Diperlukan dalam Olahraga?

Meningkatnya stres dalam pertandingan dapat menyebabkan atlet bereaksi secara negatif, baik dalam hal fisik maupun psikis, sehingga kemampuan olahraganya menurun. Mereka dapat menjadi tegang. denyut nadi meningkat, berkeringat dingin, cemas akan hasil pertandingannya, dan mereka merasakan sulit berkonsentrasi. Keadaan ini seringkali menyebabkan para atlet tidak dapat menampilkan permainan terbaiknya. Para pelatih pun menaruh minat terhadap bidang psikologi olahraga, khususnya dalam pengendalian stres. Read the rest of this entry

PENGARUH METODE LATIHAN DAN KOORDINASI TERHADAP KETERAMPILAN DRIVE TENIS MEJA


Oleh pasca Selasa, 13-Februari-2007, 11:11:46

M. IRFAN, A. 1204003. 2006. Pengaruh Metode Latihan dan Koordinasi Terhadap Keterampilan Drive Tenis Meja (Studi Eksperimen Perbedaan Metode Massed Practice dan Distributed Practice pada siswa SMP di Medan Tahun 2006). Tesis: Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret. Surakarta

Tujuan penelitian untuk mengetahui :

(1) Perbedaan pengaruh metode massed practice dan distributed practice terhadap keterampilan drive tenis meja.

(2) Perbedaan pengaruh koordinasi mata-tangan tinggi dan rendah tehadap keterampilan drive tenis meja.

(3) Interaksi antara metode latihan dan koordinasi mata-tangan terhadap keterampilan drive tenis meja.

Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan rancangan faktorial 2×2, besar sampel yang digunakan untuk penelitian sebanyak 40 orang siswa kelas II putra SMP ERIA Medan tahun ajaran 2005/2006. Variabel yang diteliti terdiri dari dua faktor.

Variabel manipulatif terdiri dari metode latihan massed practice dan metode latihan distributed practice. Variabel atributif terdiri dari kelompok sampel dengan koordinasi mata-tangan tinggi dan rendah.

Variabel terikat kemampuan drive tenis meja. Sampel diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan analisis varians (ANAVA) pada taraf signifikansi α = 0,05.

Kesimpulan penelitian ini adalah :

(1) Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara metode latihan massed practice dan metode latihan distributed practice terhadap keterampilan drive tenis meja, (Fo = 13.22 > Ft 0.05 = 4,11) dimana metode latihan distributed practice lebih baik daripada metode latihan massed practice.

(2) Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara koordinasi mata-tangan tinggi dan rendah terhadap keterampilan drive tenis meja, (Fo = 5.35 > Ft 0.05 = 4,11) dimana siswa yang memiliki koordinasi mata-tangan tinggi lebih baik daripada siswa yang memiliki koordinasi mata-tangan rendah.

(3) Ada interaksi antara metode latihan massed practice dan distributed practice dengan koordinasi mata-tangan terhadap keterampilan drive tenis meja, (Fo = 8.85 > Ft 0.05 = 4,11).

http://pasca.uns.ac.id/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=106

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 39 pengikut lainnya.