Arsip Kategori: 1 Fisik
Xu Yinsheng on Chinese Youth Development
November 4, 2001
masatenisi.org, usaha penterjemahan oleh TeeMKa
Xu Yinsheng membahas tentang Pengembangan Pemain Muda China
Artikel ini pernah muncul pada terbitan Oktober majalah Table Tennis World. Mantan Presiden ITTF bicara pada Dong Yang, seorang murid tamatan dan spesialis olahraga tenis-meja, membahas keadaan pengembangan pemain muda China, dan beberapa masalah2 biasa dalam metode pelatihan (training methode) yg telah digunakan.
Reporter Dong Yang: Berikan kami satu gambaran tentang pelatihan pemain muda kita.
Pemain2 muda kita mulai berlatih sejak dini, biasanya sejak umur 5 atau 6 tahun. Berbagai departemen terkait dgn olahraga dan pendidikan menaruh perhatian dalam perkembangan tenis-meja, mereka mencari bakat (talent) dan mengkoordinasikan usaha2 mereka. Ada banyak tournamen yang berfokus pada pemain2 muda, dan beberapa torunament sudah menjadi tradisi dan sangat mapan. Banyak guru dan pelatih sudah memberi sumbangan (kontribusi) yang hebat dalam pengembangan bakat ini.
Karena pelatihan kita yang luas serta lama dan juga kesempatan2 mengikuti tournamen, menyebabkan kita memiliki sumber2 masukan untuk calon pemain2 muda. Inilah kelebihan terbesar kita dibandingkan negara2 lain. Sekarang ini negara2 lain juga menaruh perhatian pada perkembangan pemain muda mereka sejak dini. Sebagai contoh, pemain muda wanita Ai Fukuhara di jepang sudah bermain sejak usinya sangat muda. Karena dia begitu mungil (cute), khususnya cara dia menangis setelah satu kekalahannya, dia menarik perhatian dari sejumlah besar sponsor pakaian, dan dia selalu muncul di TV. Dia menjadi seorang bintang olahraga yang dikenal-baik, dan akibatnya memajukan (promoted) olahraga di Jepang. Read the rest of this entry
Pelatihan Phisik
Sumber: http://www.bulutangkis.com
Permainan bulutangkis sarat dengan berbagai kemampuan dan keterampilan gerak yang kompleks. Sepintas lalu dapat diamati bahwa pemain harus melakukan gerakan-gerakan seperti lari cepat, berhenti dengan tiba-tiba dan segera bergerak lagi, gerak meloncat, menjangkau, memutar badan dengan cepat, melakukan langkah lebar tanpa pernah kehilangan keseimbangan tubuh.
Gerakan-gerakan ini harus dilakukan berulangulang dan dalam tempo lama, selama pertandingan berlangsung. Akibat proses gerakan itu akan menghasilkan “kelelahan”, yang akan berpengaruh langsung pada kerja jantung, paru-paru, sistem peredaran darah, pernapasan, kerja otot, danpersendian tubuh. Read the rest of this entry
Istimewanya Tenis Meja..!
Oleh Ida Arimurti Dr. Sadoso dari room Sebelah
Kelihatannya biasa, tapi tenis meja olahraga istimewa. Bisa
sebagai terapi tambahan, bisa pula memperbaiki kinerja kita dalam
kehidupan sehari-hari. Yang pasti tenis meja merupakan cabang olahraga
yang cukup efektif dalam menghasilkan keringat. Dr. Sadoso Sumosardjuno,
Sp.KO. menjelaskannya dalam tulisan berikut.
Dibandingkan dengan yang lainnya, tenis meja memiliki beberapa
keunggulan. Cabang olahraga ini mempunyai peran sangat penting dalam
bidang rehabilitasi. Ia merupakan terapi rekreasi yang tak ternilai
harganya untuk penyandang cacat fisik seperti polio, paraplegia,
hemiplegia, ampute (bagian badannya ada yang diamputasi), radang sendi,
dan lain-lain. Bahkan, pun untuk penderita penyakit mental. Karena itu,
dewasa ini di semua instansi perawatan penyakit mental negara-negara
maju, tenis meja digunakan sebagai olahraga untuk terapi tambahan. Read the rest of this entry
21 Tip Berhasil Meningkatkan Kemampuan Tenis Meja (2/2)
21 TIPS TO SUCCESS BY SEAN O’NEILL
5 x U.S. Champion, 2 x Olympic Team Member, http://tabletennis.about.com/
11. Contingency Plan. Rencana2 Darurat. Bagaimana jika karet menggelembung atau raket pecah selama dalam tanding? Apakah anda punya cadangan di tas raket? Sebagai seorang pemain, aku selalu punya satu raket cadangan serupa, menyiapkannya dan siap main. Jika akan menghemat waktu perbaikan dan untuk menang, mengapa tidak memberi diri anda kesempatan terbaik ketika keadaan salah mungkin terjadi?
12. Be Positive. Jadilah positif. Mengeluh atau melolong setelah satu poin gagal tidak akan membuat poin berikutnya menjadi lebih mudah. Malah kenyataanya akan lebih berat karena anda lebih tegang dan gelisah. Waktu antar poin terlalu singkat dan berharga jika disia-siakan. Pikirkan berikutnya serve dan return. Buat mental mencatat setiap kecenderungan yang sudah dimainkan selama beberapa poin terakhir. Jika lawanmu membuat shot bagus, jangan takut mengakui adanya. Mereka akan mencoba lagi bahkan memeliharanya di lain waktu!


