Arsip Kategori: 4 Mental

Menemukan Permainanmu


FINDING YOUR GAME

By Sean Lonergan, http://www.usatt.org

Banyak pemain terlalu banyak mencoba meniru pemain2 lain yang lebih baik darinya. Sementara saat mengcopi apa yang pemain top lakukan yang biasanya bagus, tapi pemain pengcopy melakukannya menjadi tentu saja tak alami. Kadang2 saya juga terjebak dalam perangkap ini.

Kunci untuk mengcopy dgn hasil bagus dan selanjutnya menikmati olahraga ini adalah dengan cukup meniru beberapa hal, tetapi benar2 mencoba menemukan yang sesuai kepribadianmu, kemampuan fisik dan bakat bertenis meja. Sebagai contoh, jika anda seorang penyabar, barangkali bermain loop dengan kecepatan sedang yang konsisten adalah gaya bermain terbaik. Jika anda seorang agresif, barangkali anda harus mengembangkan backhand atau forehand yang mematikan.

Gagasannya adalah membayangkan apa yang Anda ingin tiru dan mencoba memahami bagaimana cara melakukannya. Jika anda mempunyai sentuhan yang baik (good touch), tetapi sedikit lambat, cobalah untuk mengembangkan footwork, dengan meyakini backhand dan sentuhanmu akan menjadi modal kemenanganmu, dan tidak hanya bermain forehand dan tetap menjaga keseimbangan. Jika anda senang bermain dengan cara ini, kembangkan suatu gaya yang anda nikmati dan berhasil digunakan, kemudian tingkatkan gaya itu, bukan meniru cara bermain orang lain yang bagus bagi mereka tapi tak bagus untuk anda.

Kolom Liu Guoliang: Tentang Ma Lin


April 23, 2003
Liu Guoliang’s Column: Ma Lin

Sumber: home.covad.net

Artikel ini telah muncul pada Januari 2003 terbitan “Table Tennis World”. Kolom Liu adalah artikel teratur majalah ini. Di kolom ini Liu menekankan kepada Ma bahwa untuk menang, ia tidak boleh takut akan kegagalan.

Pada akhir 2002, aku menemui tim kami untuk pertandingan di Polish dan Denmark Terbuka. Inilah pertama kali aku memimpin satu reguku sendiri, dan aku merasa bahwa aku sudah bekerja baik dengan para pemain. Ketika aku masih menjadi permain, aku telah bekerja dekat dengan mereka, dan aku biasa membantu pelatih2 dalam persiapan menghadapi turnamen2. Sekarang, hanya sebutanku yang sudah berubah. Read the rest of this entry

Interview dengan Ma Lin


(Artikel ini telah muncul di terbitan Januari 2003 “Tenis Meja Dunia”, dan ditulis sebelum Grand Finals Pro-Tour di Sweden.)

ma-lin-interviewWartawan: Anda rank nomor satu dan pemenang dari dua titel Pro-Tour yang terakhir lalu. Apakah Anda merasa bahwa anda pasti akan memenangkan Grand Finals?

Ma Lin: Tidak, anda tidak bisa bermain dengan banyak tekanan. Anda tidak bisa memainkan gamemu jika anda mendekati satu even dgn byk tekanan seperti itu.

R: Anda sangat difavoritkan untuk memenangkan World Cup, tahun ini. Mengapa anda berakhir di putaran delapan?

M: Aku baru pulang dari pertandingan dua even Pro-Tour di Eropa, dan aku sedang tidak di dalam bentuk terbaik secara phisik atau emosional. Aku merasa lelah, dan dalam suatu turnamen penting seperti itu jika tidak berada pada tingkatan tepat kegembiraan dan tidak punya keinginan kuat untuk menang, anda tidak bisa memainkan game terbaik yang bisa dimainkan.

R: Anda bermain hebat berturut2 di dua Pro-Tour, Poland dan Denmark, dan anda menglahkan Boll dan Schlager dengan agak mudah.

M: Setelah World Cup, aku kembali ke Beijing, dan aku punya satu minggu penyesuaian. Aku juga meringkas berbagai kesulitan dan menjadikannya target latihanku.

R: Sudahkah anda menghitung berapa banyak even Pro-Tour yang sudah dimenangkan tahun ini? Anda kalah dua kali pada Chuan Chih-Yuan. Apakah ia seorang pemain yang menyulitkan anda?

M: Aku menang 4 even. Gaya Chuan serupa dengan seorang pemain Cina. Ia bermain di tim kedua kami dalam waktu lama, dan ia mempunyai pemahaman baik pad taktik dan strategi Cina. Pertama kali aku bermain dgnnya di Qatar, aku memimpin 3-1 dan seharusnya sudah menang. Tetapi aku keliru, mungkin karena terlalu bersemangat. Di Holland, aku tidak hati-hati di dalam mengadaptasikan perubahan2 dan variasi2 Chuan.

R: Anda meningkat pesat. Bagaimana anda melihat posisimu di regu Cina?

M: Beberapa dari kami di dalam tim berada di tingkatan yang sama. Kapan saja, ada satu pemain yang terbaik secara phisik dan mental, maka pemain itu akan mendapatkan hasil terbaik. Kami juga di tingkatan yang sama dengan beberapa pemain2 asing. Read the rest of this entry

The Maturing of Wang Liqin


 

May 26, 2001

Kematangan Wang Liqin

Setelah Piala Dunia, sulit menemukan Wang Liqin karena aktivitasnya sbg warganegara. Pada Mei 16, wartawan kami akhirnya menemukannya berlatih di hall/aula pelatihan team Shanghai. Wang mengenakan T-shirt putih, celana pendek biru, sepatu merek biru dan kaos kaki putih garis2 biru. Ia tampak casual, tetapi seseorang dapat melihat perhatiannya pada hal2 detil. “Aku adalah seorang perfeksionis”, katanya. Ia juga mengatakan sedang berusaha “tidak mengabaikan pelatih2″. 

Media selalu memperhatikan Wang, baik itu “teknik-teknik terbaik (class 1)”, tetapi “mental rapuh (waver)”. Kemenangan atau kekalahan tak diduganya menarik bagi wartawan. Sekarang mari kita dengarkan Wang bicara tentang dirinya.

Persiapan untuk menghadapi putaran qualifikasi National Game 9th, Wang buru-buru kembali ke Shanghai untuk berlatih. Saat waktu break, ia mengatakan ke wartawan bahwa ia sakit malam sebelumnya, dan harus menerima perawatan rumah sakit sore ini. Malam ini, ia harus menghadiri satu pesta perpisahan team wanita, dan ia merasakan satu kelemahan kecil. “Mengapa  tidak mengambil satu hari libur?” wartawan bertanya. “Tidak ada waktu. Sejak Olympics, aku tidak punya waktu beristirahat”, jawab Wang. Read the rest of this entry

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 39 pengikut lainnya.