Mengenali bakat


Mengenali Bakat
Sumber: http://www.tabletennis.gr/regognition-of-a-talent.html

Tidak diragukan bahwa pengenalan bakat (recognition talent) adalah pekerjaan rumit dan berat. Perlu banyak teoritis maupun pengetahuan praktis dari seorang pelatih. Meskipun ilmu pengetahuan sudah sangat banyak dikembangkan pada olahraga lain, tapi di bidang tenis meja masih belum begitu jelas.

Tanda2 perkembangan (prognostic) pada laki-laki atau seorang gadis dalam tenis meja sangat sulit diperkirakandan sayangnya tidak sangat memuaskan. Dalam tenis meja hari ini, adalah kemungkinan kecil untuk menilai tanda2 secara tepat pada perkembangan pemain berdasarkan pengukuran yang objektif. Namun beberapa faktor yang harus harus dipertimbangkan dalam proses ini untuk kemungkinan memperoleh seorang berkarakter juara di masa depan adalah:

  • Kualitas tinggi dalam pelatihan tahap2 awal.
  • Kemajuan cepat.
  • Rasio yg bagus antara hasil-baik dan waktu-pelatihan.
  • Secara umum dapat diyakini, seorang pemain yang telah mencapai hasil-baik dalam waktu-singkat akan terus berlanjut maju seperti itu.
  • Konsistensi dalam pelatihan.
  • Disiplin.
  • Konsentrasi selama pelatihan dan pertandingan.
  • Pencapaian permainan kualitas tertinggi dalam pertandingan resmi (tidak demam panggung).
  • Bertampang (profil) psiko-kinetik.
  • Memilik motivasi dan keinginan untuk menang (semangat juang).
  • Memiliki kemampuan untuk mengatasi kesulitan dalam kompetisi.
  • Berpengetahuan teknis.
  • Kemampuan fisik yang cukup.

Tetapi sekali lagi, dalam hal ini, Anda harus lebih teliti lagi karena selalu terdapat kekurangan dari setiap tes ilmiah walaupun sengaja dirancang untuk tenis meja. Anda harus menyadai bahwa tenis meja adalah game yang sangat kompleks yang menuntut banyak usaha dan pengorbanan dan selalu tetap memerlukan mata-pelatih dan pengalaman, setidaknya hal ini belum berubah untuk saat ini.

© by Dimosthenis E. Messinis

Stroke dan bermain


stroke and bermain…..

#1. Stroke dan BErmain
Cara memukul parsial memang sudah DIPELAJARI oleh para PEMAIN, tapi ini belum tepat karena tidak memasukkan unsur cara bergerak yang integrated saat menghadapi lawan.

Yaitu:
Cara melihat lawan, cara bergerak, cara shift, cara jump, cara step, cara mengikuti 6 titik bola dan sinkronisasi dengan gelombang-tinggi tubuh, cara mekanisme memukul; kesemuanya ADA hitungan dan polanya.

Dijamin deh, masalah mental tadi akan MENTAL jauh.

#2. Perlu fisik yang cukup
Cukup setuju, fisik memang harus DISIAPKAN pada kecukupan tertentu. Jika pemain rekreasi sudah cukup dgn bisa berlari santai 2km tanpa-henti, seorang atlit pastilah lebih dari itu.
Dan utk pemain rekreasi (bukan atlit aktif), kecuupan fisik seperti diatas sudah MENCUKUPI utk melakukan jump n step itu, karena selebihnya adalah KERJA OTAK, jadi makanan OTAK yang harus diasupi.

Tetap semangat bro, TM itu perlu kelenturan, keringanan tubuh, bukan KEKAKUAN dan KEKERASA tubuh.

#3. LAtihan spt apa
Just call me TeeMKa, I am not suhu.

Mengatur feeling irama:
1. Mendengar ketukan musik dari berbagai aliran, bila perlu pelajari bermain alat musik dgn benar spt membaca bermain piano dengan partitur not.
2. Pecahkan dan Pelajari soal2 Matematika, sesuai kemampuan.
3. Mata harus sehat dan gesit MENANGKAP (screen shot) 6 titik bola itu, bisa dilatih dgn melihat benda2 tak berjalan ketika berada diatas kendaran yang sedang berjalan.
4. Serve, 2nd ball, 3rd ball, rally, semuanya memiliki hitungan yang berbeda2, belum lagi jika lawan lob vs smash, atau sebaliknya.
5. Lawan BISA mengatur tempo, tentu saja jika TIDAK ingin dikalahkan, maka JUGA harus bisa membaca, mengatur, bahkan merusak tempo lawan.

Cara instan belajar mengetuk/mengirama seperti iini:
1 2 1 2 … = 2/4
1 2 3 1 2 3 … = 3/4
1 2 3 4 1 2 3 4 … = irama 4/4
1 2 3 4 1 2 3 … = irama 7/8
acak
Dimana setiap angka-1 berarti ketukan lebih KERAS, bisa diterapkan saat KONTAK raket+bola ke arah lawan… selanjutnya terserah deh

#4. Sprint Jarak MEnengah dan Santai.
Persepsi adalah masalah perbedaan pemahaman BAHASA.
Silahkan dibahas lebih lanjut tentang lari bro!

Konteks dari thread-reply ini:
0. Lari menyamping utk FW SideStep
1. Sprint utk KECEPATAN GERAK TUBUH
2. Jarak Menengah dan Jauh utk STAMINA KUAT TUBUH
3. Santai untuk FLEKSIBILITAS, RELAKSASI, PERNAFASAN.

Bgmn porsi menu yang tepat, TeeMKa kira yang pakar dalam urusan LARI ini yang layak memberi jawaban.

#5. Tangan Istirahat stlh eksekusi
Sth bola dieksekusi, dipukul dan terbang ke arah lawan, SECEPATNYA kembalikan dulu tuh tangan dan tubuh ke posisi siap/netral (persis ketika menunggu bola serve datang dari lawan), padahal bola SEDANG terbang.

Dari sini muncul istilah:
1. Jangan memukul dengan seluruh tenaga.
2. Bermain hemat.
3. Singkatnya proses eksekusi (foreswing) yang singkat tapi TETAP CUKUP dan berkualitas.
5. Melihat “Sedang apa” lawan, ketika bergerak, akan-sedang-setelah-rencana memukul.
4. d l l

Pegangan blade terasa berat


Pegangan blade terasa berat.
##1. Raket 2ons, terasa berat?
Quote:
Kenapa blade terasa berat, Tak sperti biasanya yang akhirnya main tidak lepas dan pukulan jadi rusak
Berat dan ringan, tergantung bagian OTOT2 telapak tangan yang sedang digunakan utk memegang raket.
Jika otot2 tidaks sedang CEDERA atau kelelahan, mungkin rasa berat disebabkan:
1. Penggunaan otot2 yang kurang tepat, misalnya hanya menggunakan otot2 atas jari jempol menekan daun, sementara jari2 lain menjepit gagang. Coba ubah gripnya, gunakan telapak jempol yaitu ruas tulang/otot paling bawah dari jari jempol untuk menggenggam handle, ikuti lekukan Flare handle, kemudian tekuk pergelangan ke depan shg blade sejajar dengan garis tangan. Ujung jempolnya utk menggenggam daun dan mengatur besarnya tenaga. Ttik tekan pada bagian tekukan miring ujung handle (pertemuan gagang dan daun)

2. TAk perlu menggunakan raket pemberat, atau bergonta-ganti jenis raket, yg dapat menyesatkan FEEL grip yg tepat. Coba, utk waktu yg lama jangan pake pemberat, jgn ganti2 raket/cukup 1saja, perkuat otot jari misalnya berlatih meremas2 bola2 pingpong.

3. Grip yang belum konsisten, otot2 yg dipakai berubah2 shg tidak optimal.

##2. Lelah karena faktor Mental

Faktor MENTAL paling penting bro.
Mental lelah karena tidak pernah MERASA nyaman bermain tenis meja. Ada satu kunci yang mungkin membantu jika memang lawan anda TIDAK lebih baik segalanya, yaitu dibagian “Tehnik sebelum Footwork”, dijamin deh MENTAL tadi pasti tidak lelah.

Selain itu coba dianalisis ulang dibagian ini:
1. Kecukupan fisik. Diperlukan kelenturan bukan keras berotot kaku.
2. Tehnik dasar; Memegang blade (setup), melihat lawan, melihat bola, menggerakkan tubuh, kapan backswing, foreswing, jenis2 touching ball, membuat properti bola yang diinginkan, membaca titik lemah lawan saat itu.
3. Mekanisme memukul; mengirama gerak bola, membaca pukulan lawan, stamp and jump sebelum footwork, kapan backswing, eksekusi, kembali lagi -ini yang penting-.
4. Jika selama ini sering mengiramana dengan 4/4 = 1 2 3 4 (ulang), coba diubah/ditambah dgn 3/4 = 1 2 3 (ulang) atau 1 2 3 1 2 3 4 (ulang). Setiap angka 1234 sama dengan posisi bola ketika menyentuh blade sendiri, meja lawan, blade lawan, meja sendiri. (ini rahasia ok!).

##3.

Tip dan trik bloking


Tips and Trik Bloking.

#1. Jangan lupa!
Agar lebih berhasil dalam bloking:
1. Pastikan tubuh pada posisi siap dimana kedua kaki benar2 menancap di tanah sebelum kontak terjadi (hukum fisika)
2. Pastikan kontak bola dan raket terjadi pada bagian bawah (pangkal raket dekat tangan) untuk bola topspin yang keras agar lebih safe (hukum fisika juga)
3. Kendalikan pengembalian bola dimana lawan tidak bisa menyerang bola berikutnya, atau bisa juga jadikan bola kembalian ini sbg serangan mendadak ke tubuhnya (hukum taktis)
4. Gunakan variasi blok lainnya; blok pasif, blok aktif, stop blok, blok chop, blok tarik.

Mudah2an ada yang berminat.

#2. Blok pake bintik, banyak varian
Bertahan dgn bintik bisa dibaca disini.
BLok:
1. Pasif = raket seolah dinding penahan, tanpa mendorong bola yang datang
2. Aktif = raket pertama sbg penahan utk menghentikan bola, kemudian menyerang dengan push, pull, chp, angle raket.
3. TArik = ketika bola baru menyentuh topsheet raket, tarik menjauh raket ke belakang mendekati badan/samping, maka bola akan melambung tinggi.

Hanya sebuah teori dan istilah.

#3. Tubuh dan Sudut raket.
Quote:
Bermain sama blockers, saya tembak ke kanan maupun ke kiri, dia blok dengan back hand tapi badannya tak terlalu condong kedepan.
Ini bukan masalah tembakan bebas vs bloker yang selalu berhasil dikembalikannya.
Tapi masalah KECEPATAN BERGERAK KEMBALI KE POSISI SIAP. Si bloker “lebih cepat siap” dibanding anda. Tubuh yg tidak terlalu condong bisa saja karena memang tinggi badan yang pendek, juga relatif cukup utk melakukan blok yang aman. Ada hitungan matematis dalam hal ini.
Maka:
1. Ubah mekanisme memukul anda, yaitu ubah atau perkaya tehnik dasarnya. Cara memukul pemula, menengah, lanjutan, otodidak, terlatih, itu semuanya berbeda2 dan ini PENYEBAB kemenangan “bloker vs pukulan”.
2. Jika masih dgn tehnik yang sama tanpa melakukan poin #1 diatas, maka coba bermain DINAMIS yaitu kadar yang berbeda2 dalam hal; kecepatan, kekuatan, penempatan, putaran, where when how bola dikontak, buat lawan anda bertanya2 apa yg akan anda perbuat, sambil membaca lawan anda sedang dalam mode bermain yang bagaimana?

Quote:
Mana yg terbaik block dengan badan agak condong kedepan atau betnya yg ditekan dan diarahkan ke depan?
1. Tubuh condong, secara fisika tubuh memiliki moment yang besar (lebih kokoh), jadi ini dapat menahan benturan yang lebih kuat, dan bukti bahwa anda “siap” melakukan pukulan berikutnya.
2. Bet ditekan, secara fisika dapat dengan aman menahan bola topspin yang cendrung terlempar ke atas. Diarahkan ke depan, secara fisika hanya melakukan gaya reaksi “sebesar” gaya aksi bola yang datang membentur.

Jadi, keduanya memiliki fungsi fisis masing2.
#1 Menyiapkan Tumpuan, agar “mampu” menahan benturan bola.
#2 Mengontrol pengembalian, agar “aman” mengembalikan bola.

#4. Dua macam “kecepatan”.
Quote:
Kalah cepat
Tentang KECEPATAN yang sering kita keluhkan “Saya Kalah cepat Dengan Lawan, saya tak mungkin mengalahkannya”.
Sebenarnya bisa dibagi menjadi 2:

1. Kecepatan bergerak (speed of movement), seperti perbandingan kecepatan kendaraan motor (vmotor) = 60km/jam dan kecepatan mobil (vmobil)= 105km/jam. Maka motor “Kalah Cepat” dibanding mobil.

2. Lebih awal bergerak (lebih “cepat” bergerak, early move), seperti motor A mulai berangkat jam 09.00 dan motor B berangkat jam 09.45, keduanya dengan kecepatan (vmotor) yang sama. Maka motor B “Kalah Cepat” juga dari motor A, pdhl kecepatan mereka SAMA. Nah yang ini sering abai.

Untuk:
#1. Tampak berbeda antara pemain:
- yang melatih fisiknya dan tidak
- terlatih dan tidak terlatih
- yunior, senior, pro.
- berumur muda dan tua.
- dan macam macam

#2. Dapat dimiliki oleh siapa saja, yang memakai teori “6 titik bola #1 Terpaku dan #2 Clue”.
Jadi, ayo kita coba gali ?

#5. BH goyang
Quote:
BH terbuka, saat ngeblok bolanya selalu lepas ke atas. Apa ada latihan khusus untuk melakukan blok yg tepat?
“BH terbuka” spt yang dimaksud.
1. Masalah pada Grip.
- Goyang, menyebabkan rubber+raket “tidak kuat menggigit” bola yang menghantam. Ini sering terjadi saat penggunaan raket yang sensitif kencang dan karet lembut, blade carbon, perpindahan mode grip stlh pukulan keras di sisi FH.
+ Seharusnya terik saat benturan, terik tidak berarti kaku.
++ Perdalam latihan mode2 grip thd macam2 pukulan; ringan, sedang, terik, kokoh.

- Hanya FH oriented atau BH orinted saja.
+ Seharusnya FH BH oriented, walaupun tidak harus bermain serang aktif di kedua sayap.
++ Perbaiki cara menggunakan otot2 jari dan pergelangan saat mengGrip.
++ Menguji Grip yang BENAR (Shake/Pen); Pegang raket, pastikan handle sejajar/segari dengan lengan, sejajar lantai arahkan tangan lurus ke depan, gerakkan PERGELANGAN (seperti gerakan memukul/menggesek bola) ke semua arah jam tanpa mengubah grip.

2. Kontak raket dgn bola tidak tepat.
- Spot raket tidak tepat
++ Untuk blok, optimal kontak terjadi pada bagian pangkal dekat handle, ini bagian paling kokoh secara fisika. Blog sering gagal, jika terjadi selain itu misalnya di pinggir, di ujung, bahkan ditengah2 raket.
- where, when, how.
++ Gagal blok bisa terjadi saat bola terlambat dikontak (on top sd on falling) bukan of the bounce.

3. Masalah pada Tubuh.
- Tubuh belum siap memukul, tubuh masih sedang bergerak (recovery) dari sisa pukulan sebelumnya tau sisa gerakan sebelumnya atau gerakan yang tidak tepat (mendahului atau terlambat dari bola datang)
++ Lakukan latihan drill, tambah teori baru akan MEKANISME PUKULAN (bergerak dgn irama bola yang tepat sebelum memukul).

Latihan khusus untuk blok yang tepat.
Ubah/perbaiki/perdalam Mekanisme Pukulan.

#6.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 39 pengikut lainnya.