Wawancara Dengan Ma Lin


INTERVIEW WITH MA LIN

November 8, 2000

Catatan Chung: Wawancara ini berlangsung Oktober 15, hari Ma Lin menang World Cup. Kalimat-kalimat di dalam [ ] adalah komentar-komentar wartawan dibuat setelah wawancara.)

Sore ini, Ma Lin memenangkan titel World Cup di Yangzhou, mengalahkan Kim Taek Soo 3-0. Setelah poin terakhir, Ma berlutut sambil menangis. Tidak sedang terpilih mewakili Negeri China di Olympics adalah pukulan berat bagi Ma, tetapi 20-year-old tetap bertahan. Malam ini, kita mengadakan satu wawancara eksklusif dengan Ma.

Reporter: Sangat sedikit mengira bahwa anda akan memukul telak Kim.

Ma: Aku juga tidak berpikir demikian. Aku sudah menyiapkan akan memainkan 5 game penuh. Sebelum pertandingan ini, aku kalah tiga kali berturut-turut pada Kim. Di masa lalu, pada saat itu kami memainkan game ke 5th, Kim pasti telah menyesuaikan serve dan serangan-seranganku. Itulah sebabnya aku tidak seperti bermain game 5th melawan dia, dan aku mencoba untuk menang di dalam 3 game. Hari ini aku berhasil dapatkan keinginanku. [R: Memperhatikan pertandingan, kami tidak melihat kecemasan atau keinginan di wajah Ma. Ia bermain dengan penuh kesabaran. Tingkat kematanan ini sangat jarang dalam pemain-pemain muda, dan ini membuat Ma sangat spesial.]

R: Score-score di semifinal anda melawan Wang Liqin juga sedikit mengejutkan.

M: Sebagian orang berkata bahwa Wang membuang pertandingan itu kepada saya, tampak karena score-scorenya. Bagaimana bisa begitu? Seperti aku, Wang belum pernah menang suatu titel dunia; ini juga peluang besar baginya. Sebelum pertandingan aku pikir akan menjadi paling sulit. Tetapi Wang tidak memainkan semua dengan baik, dan aku mampu menggunakan semua teknikku. Aku benar-benar bermain dengan baik. Aku menambahkan beberapa variasi pada serveku, dan Wang tidak menanganinya dengan baik. [R: Anda juga harusnya melihat bagaimana Wang mengentakkan kaki-kaki nya dengan kesal setelah kekeliruan-kekeliruannya untuk mengetahui bahwa ia tidak membuang pertandingan.]

R: Meski anda berlatih dengan bola lebih besar dibanding pemain2 lain lakukan, anda masih belum penuh menyesuaikan, benar?

M: Nyatanya, tingkatanku sekitar 60%-70% (dalam kaitan memahami bola besar). Sebelum turnamen aku punya keyakinan untuk menang, tetapi aku tidak mengira bermain di tingkat tinggi seperti itu: Aku hanya satu game kalah pada Persson di turnamen. Tentang bola besar, aku pikir seseorang harus pertama2 dapat menggunakan speed dan spinnya, dan sadar mengingatkan dirinya harus bermain dengan cara berbeda. Didasarkan pada pondasi itu, seseorang harus memperkuat keahlian teknis. Dengan bola besar, perubahan2 gameku terutama tampak pada backhandku. Karena bola lebih lambat, aku dapat lebih leluasa menggunakan loop backhandku. Dengan bola kecil, aku sedikit tegang/nervous menggunakan loop backhand, dan jika aku luput beberapa kali, aku jadi takut menggunakan shot itu. Sekarang persentaseku adalah jauh lebih tinggi, dan aku menggunakannya dua atau tiga kali di satu game. Tidak hanya saya lebih yakin, lawanku juga merasa lebih tertekan. Ketika anda main dengan pemain2 bagus, dua atau tiga poin adalah berbeda. [R: Dari pengalaman Ma, loop backhand inverted lebih memiliki aplikabilitas di era bola besar. Ini suatu peluang baik untuk Liu Guoliang dan Yan Sen, karena itulah memperkuat backhand.]

R: Hari2 terakhir anda batuk. Apakah anda merasa baik? Apakah dulu itu mempengaruhi permainanmu?

M: Aku pilek sebelum meninggalkan Beijing, dan masih belum sembuh. Aku batuk sejak datang ke Yangzhou. Bola besar adalah lebih lambat, dan itu memerlukan lebih banyak energi dalam menyerang. Juga, ada lebih lama rally, maka saya merasa secara phisik aku sedikit diragukan. Aku berkeringat banyak di dalam pertandingan2, dan aku merasa sangat lelah setelah itu. [Kita tidak mendengar Ma menyebut kondisi badannya di dalam pertemuan pers, tetapi ia selalu batuk di pertemuan-pertemuan itu.]

R: Anda menangis setelah final. Ceritakan pada kami bagaimana benar-benar perasaan anda.

M: Itu benar-benar perasaan kompleks, dan susah dijelaskan. Aku merasa sangat tangguh untukku selama hari2 itu sementara kami menyiapkan Olympics dan aku tidak di team. Aku tidak tahu betapa aku melaluinya. Terutama di hari team menuju Sydney, ketika aku melihat mereka sangat berbahagia dan bergairah, dan aku harus melanjutkan latihan dengan mereka2 yang tidak pergi. Perasaan sangat susah diuraikan. Ketika aku menang tornament hari ini, aku merasa bahwa hidup memihak kepadaku. [R: Untuk seseorang yang mempersiapkan pergi ke Olympics, namun tidak terpilih, adalah seperti mahluk yang diterpa hujan dingin artinya itu bisa merusak hidup seseorang. Titel Piala Dunia ini adalah satu paling ringan dari sejumlah titel2 grandslam/agung, tetapi Ma tetap menangis. Melalui titel ini, ia membuktikan bahwa ia lulus ujian. Setelah badai sekarang melihat pelangi. Ia lebih kuat dan lebih matang.]

Copyright Chung Lau, masatenisi.org

Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s