Lu Lin Bicara Tentang Permainan Shakehander


R: Apakah strategi serve-and-attack Kim berbeda dengan Ma Lin?

Ada bbrp perbedaan. Koreans tidak punya 3rd-ball seperti sekuat kami (China) miliki, dan mereka tidak cepat. Di sini apa yang aku maksud dengan cepat (quick): Ketika kami place pendek, kami menekankan pada penempatan yang cepat. Jika anda lakukan ini dengan speed, akan menjadi shot yang proaktif, sebagai ganti shot pasif seolah-olah anda tidak memiliki pilihan lain. Jika PH place pendek tanpa speed atau spin, shakehander dapat dengan nyaman flip atau return pendek. Ma Lin mempunyai penempatan2 pendek sempurna: bolanya spinny, sehingga bolanya sulit diflip lawan. Jika lawan mencoba return pendek, maka mudah menjadi loncat meja (bounce go off table). Di sini ada banyak permainan “yang ketat”. Ketika kami ingin serve pendek, kami akan serve pendek. Bagi Koreans, lebih setiap 5 serve yang mereka ingin serve pendek, 2 servenya akan memantul 2x di meja (bounce off). Sehingga Koreans lebih lemah dibanding kami dalam hal ini. Tetapi mereka relatif kuat atas kami dalam hal pertahanan backhand mereka lebih baik, dan barangkali karena bentuk dari blade. Juga Kim, pertahanan jauh dari meja, penguasan lapangan (court coverage), dan power forehandnya lebih baik dibanding kami.

R: Bagaimana perbedaan Chiang Peng-Lung dengan kita (China) ?

Perbedaan paling besar adalah bloknya lebih baik daripada kami. Tentu saja ia juga punya 3rd-ball attack. Ketika ia tidak bisa mencetak score dengan 3rd-ball attacknya, ia masih punya kemampuan (ability) untuk tetap di dalam bermain dengan kemampuan rallynya. Dari perspektif 3rd-ball attack, miliknya tidak jauh berbeda dibanding kami. Utamanya Ma dan Kim mempunyai lebih kuat prakarsa dan kemampuan untuk step around dibanding Chiang. Juga ketika forehand itu digunakan ke suatu titik, Ma dan Kim dapat menjaga serangan dengan forehand lebih efektif dibanding Chiang. Keahlian khusus Chiang adalah ia membuat pukulan bermutu-tinggi (high quality shots), push2, serve dan smash-smashnya. Ia tangguh, tapi oleh karena itu, kemampuannya menghubungkan pukulan2nya lebih rendah. Ini suatu bentuk kompensasi alami.

R: Shakehanders suka menggerakkan bola side-to-side (dari forehand ke backhand) melawan PH. Apakah PH menggunakan strategi sama?

Ya, tetapi hasil-hasilnya tidaklah sukses. Ketika anda menggerakkan bola ke forehand shakehander, lebih sulit melakukannya dengan speed. Chiang sungguh baik dalam hal ini. Blok-bloknya sangat cepat dan tangguh.

R: Tampaknya PH sekarang ini step around untuk memukul bola down-the-line banyak lebih dari crosscourt.

Tidak harus benar. Umumnya, shakehanders lemah di pertengahan, maka ketika kita power-loop, kita mencoba mengayun ke pertengahan, sebaik melakukannya ke sudut. Kita harus mampu menyerang ketiga jalur tersebut dengan nyaman.

R: Dari sudut pandang taktis, bagaimana mungkin kita berfokus menyerang ke pertengahan?

Pertama, kita harus memiliki awareness/kesadaran untuk meloop ke pertengahan. Selama latihan, karena kebutuhan yang berulang2, kita kadang-kadang berfokus pada loop cross-court dan down-the-line, dan tidak sebanyak ke pertengahan. Jadi kita perlu menekankan di dalam pertandingan. Kedua, loop ke pertengahan harus bermutu tinggi. Loop lemah ke pertengahan adalah salah satu tembakan yang paling buruk, karena lawan sempat menyiapkan untuk menyerangnya. Loopmu harus memiliki speed dan power: itu harus memaksa lawan menjadi bertahan agar dia baru berhasil. Ketiga, seperti kukatakan sebelumnya, pertengahan bukan hubungannya dengan tabel, tapi hubungannya di tempat mana lawan berdiri. Jika suatu pemain tidak jelas tentang ini, dan menggunakan meja sebagai satu target, hasilnya tidak baik sebagaimana.

R: Jadi taktik sangat tergantung pada posisi lawan.

Tentu saja. Perlunya FW akan sangat besar bahkan lebih lagi. Mereka dengan FW yang baik akan memiliki kelemahan yg lebih kecil. Jika seorang pemain diam tidak bergerak, maka pertengahannya itu sangat nyata. Tetapi jika ia bergerak, akan jadi sulit untuk mengarahkan ke pertengahannya. Atau dapat kita katakan cara FWnya itu sudah mengurangi kelemahan di pertengahannya tadi.

R: Jika lawan PH bergerak side-to-side, bagaimana mungkin dia dalam rally dapat memperkecil tekanan ?

Idealnya PH mencoba terlibat dalam rally forehand-to-forehand. Umumnya cross-court (menyilang meja) rally, tetapi jika yakin, dan menyerang down-the-line ke backhand lawan. Tetapi anda harus pasti, karena merubah ke down-the-line dapat membuat diri anda di posisi pasif.

(Interview written up by Li Kefei, reporter for Table Tennis World magazine.)

Iklan

Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s