Tehnik berlatih otodidak (1)


Ahmad Maulana, di/pada September 15th, 2008 pada 9:32 Saya pencinta olahraga ini, mengenal olahraga ini sejak 6 tahun lalu, usia saya 31 tahun, mungkin sudah tidak bisa berprestasi lagi, namun saya tetap ingin meningkatkan kualitas permainan tenis meja saya…di tempat saya tidak mempunyai pelatih…kira-kira menurut anda teknik latihan yang seperti apa yang mesti saya lakukan…?? karena terus terang saya mempelajari tenis meja secara otodidak. saya sangat ingin berlatih di klub..adakah klub yang bertempat di sekitar Cijantung atau Kalisari Jakarta Timur..?? Terima Kasih

Meningkatkan kualitas permainan dengan umur seperti itu dan untuk berprestasi, tentu saja BISA. Dan prestasi yang bisa dikejar berbeda dengan prestasi dari para pemain yang masih usia belasan, D

Teknik latihan yang bisa dicoba sesuai kondisi diatas adalah sbb:
1. Belajar dan berlatih di luar meja
+ Buku, video, internet bisa dijadikan bahan masukan yang kaya.
+ Menyiapakan kecukupan fisik dgn jogging teratur dan aerobic lainnya. Seperti melatih kelenturan pergelangan tangan diperlukan saat memukul dgn raket, melatih kelenturan pergelangan kaki saat bergerak2 dlam permainan (footwork).
+ Cari kitab teori jika ada, jika tidak ada buatlah teori sendiri gunakan fisika sbg alat yang sangat membantu dalam menganalisa setiap aspek. Misalnya fisika ttg Hukum Magnus pd terbang bola, usaha dan energi saat mekanisme pukulan, pesawat sederhana pada kuda2 tumpuan dan mekanisme pukulan. Yang gunanya untuk mengoptimalkan tubuh saat bermain. Ingat tubuh tinggi besar kuat bisa diladeni oleh tubuh sedang lentur dan cepat.
+ Berlatih shadow stroke utk mencari dan membiasakan gerakan memukul, berlatih tarian footwork juga untuk membiasakan dan reflek, berlatih shadow play melatih mental menghayalkan permainan sebenarnya dan merinci setiap kejadian kita dan lawan.
+ Berlatih irama yang konstan dan acak dengan musik. Seperti melatih menghitung lama ketukan nada 1/4, 1/8, 1/16 secara teratur dan acak. INILAH salah satu rahasia kecepatan

2. Berlatih di dalam meja.
+ Menjadwalkan sendiri dan lebih baik dgn pelatih ttg program latihan spt pada tulisan ini.
+ Berlatih stroke dasar dengan pelatih atau sparing menggunakan bola banyak (ratusan bola), mengevaluasi dan selalu meneingkatkan kualitas latihan.
+ Berlatih tanding, dimulai dari pemain yang seimbang untuk meningkatkan kepercayaan diri (aspek mental) kemudian bertahap pada lawan yang lebih kuat bahkan jah lebih kuat, asalkan mereka mau

Akhirnya, ada 5 aspek tahap berlatih:
1. Aspek Persiapan
2. Aspek Fisik
3. Aspek Teknik
4. Aspek Taktik
5. Aspek Mental
6. Aspek Teori

Keenam aspek ini harus diprogramkan dan diulang2 yang tentunya menghabiskan tenaga, pikiran, perasaan, mental, waktu, dan biaya. Selamat berlatih otodidak TeeMKa tunggu kabarnya D

Iklan

19 comments

  1. salam kenal bung teemka… aku anag malang…
    barusan setahun maen pimpong… menurutku, dalam waktu setahun berlatih otodidak di rumah, aku mengalami perkembangan berarti… dan setelah lulus SMA, aku ikut UKM tenis meja di kampusku… setelah di sana aku baru menyadari levelku yang sebenarnya dibandingkan dengan atlit tenis meja… aku pakai gergely, FH solcion dan BH sriver fx… aku sangat lemah di backhand… minta tipsnya dong, karena di turnamen antar kampus aku keok… tapi agak bangga karena kalah lawan anak GG… trims..

    • Salam Kenal di Maya.
      Berlatih 1 tahun mengalami perkembangan berarti, itu menunjukkan bakat bagus yang anda miliki dan mudah2an meningkat ke tahap2 berikutnya.
      Kemampuan diri yang berlatih otodidak tidak bisa dibandingkan dgn atlit yang berlatih terprogram. Karena keduanya berbeda. Dan tidak perlu berkecil hati jika melihat para atlit itu “tampak” lebih hebat, padahal adalah biasa2 saja. Memang rumput tetangga tampak lebih hijau.
      Kehebatan atlit tampak pada:
      Kecepatan, Power, Konsistensi krn faktor drill, frekwensi berlatih yang banyak, cara yang lebih TEPAT.
      Percaya diri krn faktor sugesti mental dari pelatih dan PAKAR.

      Komentar spek raket.
      Coba gunakan karet BH selain yang disebut diatas, krn karet ini membuat pemainnya berdiri terlalu membungkukkan badan shg menyulitkan melakukan dan mempelajari BH stroke.
      Juga gunakan blade lain ketika berlatil/drill BH, krn blade ini sangat reaktif dalam memantulkan bola. Shg pemain sulit “memukul dgn penuh” walapun mudah “memukul dgn menahan” bola datang. Artinya pemain tidak memiliki kesempatan waktu ketika memukul dgn ayunan dan tenaga penuh.

      Tentang BH.
      Memukul dgn BH adalah satu bagian terpisah dari memukul dgn FH, artinya harus dipelajari secara terpisah dgn FH karena anggota tubuh yg digunakan utk BH berbeda dgn FH.
      FH = kaki kiri depan kaki kanan; backswing kesamping kanan belakang tubuh; foreswing penuh
      Medium BH = kaki kiri sama dgn FH; backswing ke arah perut depan/kiri; foreswing menjauh dari tubuh
      Full BH = kebalikan FH.

      Tips agar BH n FH bisa bermain:
      + Pelajari menghitung 6 titik bola dgn sinkronisasi gelombang tinggi-rendah tubuh.
      + Pelajari jump transisi (ke kaki ke FH, Mid BH, FullBH) saat lawan memukul memutuskan arah bolanya ke FH atau BH.

    • Tentang equiptment.
      Peralatan (raket=blade+rubber+glue; sport custom)
      + Akan berganti2 sesuai tingkat pencapaian kemajuan yang sudah dimiliki.
      + Akan berubah utk gaya khas yang dipilih oleh seorang pemain.
      + Akan menyesuaikan utk menghadapi LAWAN tertentu, karena tuntutan utk bermain dgn cara tertentu yang hanya dimiliki oleh equip tertentu karena karakteristik tertentu.

      Selama dalam tahap perkembangan.
      + Menggunakan uquip standar dgn karakteristik normal atau disebutjuga tipe klasik, setiap produsen memiliki tipe ini dan karakternya tidak berbeda jadi bebas memiliki.
      + Menggunakan alat normal/klasik (bukan dgn technologi tertentu utk booster) bertujuan utk menguasai KENDALI (control) thd peralatan yang disesuaikan dgn kendali gerakan tubuh khusunya mekanisme pukulan yg masih dalam tahap perkembangan yang memerlukan alat berkarakter normal (speed, spin, power, feel) agar capaian konsistensi dalam waktu singkat bisa dikuasai.
      + Hard rubber+all wood cocok digunakan oleh pemain yang memiliki elastisitas tubuh yang baik. Jika tubuh agak kaku, biasanya menggunakan soft rubber+reinforced wood. Kalau TeeMKa memilih yang terakhir..

  2. trims balasanya bung…
    aq bleh minta tolong g?
    minta video latihan pemain pro donk..
    yang dasaranya saja..
    kalo bisa yang shakehand kanan, seperti schlager / ma long, cz q uda nyari2 ga ada.. kalo ad kirim k emailku ya…
    trims bget atas perhatiannya..

  3. Mas TeeMKa,
    saya dulu waktu usia smp-sma adalah pemain tenis meja, saya dulu pernah belajar di klub pimpong berganti2x, dulu saya banyak kenal teman2x yg berprestasi,cuma setelah bekerja skrg hampir 20thn tdk pernah latihan lagi,banyak teman2x menyarankan supaya ikut latihan lagi setidaknya sekedar olah raga, skrg saya mau beli bat lagi, klu anda punya meja saya siap menjadi teman berlatih, tpt tingal saya ps minggu, tiap hari saya kerja lwt cijantung hendra_indradi@yahoo.com

  4. saya pemain bulutangkis sp skrg, th 2002 sy ikut main tenis mj 1 x se mg tapi th 2003 merasa tertantang sy balik main tenis meja 2 x n 1 x main bt dlm seminggu, saya otodidak, pegangan sy buku tenismeja u pemula steps to success by l hodge, back h sy diakui sangat baik (pembawaan) oleh teman2 club, lk 20or ,satu hr sy bilang sm ketua sy mau hilangkan bh sy, krn klo tdk saya tidak bisa maju, sy tidak ikut main bola banyak krn alasan tertentu, saya explorasi grip shakehand n awal th ini saya mampu u loop melawan backspin

  5. maaf saya or baru di tm, jadi curhat nih, krn sy yakin kalau or bilang cara memegang bet 100 % individual se suka2 gw, maka pemain tsb tidak akan mencapai level tertinggi, harus adasarat2 ygdipenuhi. dalam hal ini saya hanya fokus pada grip !!! bukan pada pukulan atau yg lain2 . karena grip yg baik dan benar akan membuat anda menjadi lebih mudah dan lebih cepat untuk mempelajari tehnik2 pukulan yg baru

Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s