The Maturing of Wang Liqin


 

May 26, 2001

Kematangan Wang Liqin

Setelah Piala Dunia, sulit menemukan Wang Liqin karena aktivitasnya sbg warganegara. Pada Mei 16, wartawan kami akhirnya menemukannya berlatih di hall/aula pelatihan team Shanghai. Wang mengenakan T-shirt putih, celana pendek biru, sepatu merek biru dan kaos kaki putih garis2 biru. Ia tampak casual, tetapi seseorang dapat melihat perhatiannya pada hal2 detil. “Aku adalah seorang perfeksionis”, katanya. Ia juga mengatakan sedang berusaha “tidak mengabaikan pelatih2”. 

Media selalu memperhatikan Wang, baik itu “teknik-teknik terbaik (class 1)”, tetapi “mental rapuh (waver)”. Kemenangan atau kekalahan tak diduganya menarik bagi wartawan. Sekarang mari kita dengarkan Wang bicara tentang dirinya.

Persiapan untuk menghadapi putaran qualifikasi National Game 9th, Wang buru-buru kembali ke Shanghai untuk berlatih. Saat waktu break, ia mengatakan ke wartawan bahwa ia sakit malam sebelumnya, dan harus menerima perawatan rumah sakit sore ini. Malam ini, ia harus menghadiri satu pesta perpisahan team wanita, dan ia merasakan satu kelemahan kecil. “Mengapa  tidak mengambil satu hari libur?” wartawan bertanya. “Tidak ada waktu. Sejak Olympics, aku tidak punya waktu beristirahat”, jawab Wang.

Banyak orang menilai teknik-teknik Wang adalah yang terbaik, namun kekuatan mentalnya paling lemah. Kami menanya Wang: “Apakah Anda pikir kemampuan mentalmu adalah permasalahanmu paling besar?” Wang berfikir sejenak, lalu berkata: “Ada satu waktu ketika aku merasa seperti itu, dan aku memfokuskan pada teori. Tetapi kemudian aku merasa akulah yang paling baik memahami diriku, dan bagaimana mungkin bisa orang lain lebih tahu persis yang aku rasakan? Jika aku terlalu banyak perhatian (untuk teori tersebut), aku akan percaya itu benar meskipun mungkin tidak benar. Setelah Piala Dunia 45th dimulai, masalahku adalah karena aku mencoba terlalu keras agar bermain baik. Memberi aku setumpuk tekanan dan akibat samping.”

Piala Dunia 45th barangkali meninggalkan kesedihan paling besar bagi Wang selamanya. Lalu bintang muda ini mempunyai harapan tinggi Titel kemenangan Men Single. Tetapi dengan peristiwa hampir tidak sedang berlangsung, ia kalah dengan Damien Eloi. Wang katakan ia tertekan lama setelah itu. Oktober itu, ia tidak bisa membuat dirinya ke akhir 8 di World Cup di Negeri China. Pelatih Cai mengatakan ke wartawan bahwa Wang adalah “dungu/mati akal”.

Wartawan tanya Wang: “Apakah kritik Cai satu pukulan besar kepada anda?” Wang segera menjawab, “Tentu saja. Itu datang dari pelatih kepala. Tetapi saya juga memahami frustrasi2 Cai bahwa aku berprestasi jelek; ia benar-benar ingin aku bermain baik. Jika itu orang lain (sebagai ganti aku), pelatih Cai tidak akan jadi sangat marah. Ia sering mencoach ku di lapangan, dan aku merasa jika aku tidak bermain baik, aku pasti telah membuat dia jatuh.” 

“Anda menghormati para pelatihmu. Apakah Anda selalu melakukan segala hal yang mereka katakan kepada anda untuk dilakukan?” wartawan tanya.

“Di masa lalu, aku banyak mendengarkan pelatih2 ku, dan tidak memikirkan apa yang mereka katakan baik untukku, atau mengapa. Maka aku tidak benar-benar paham. Ketika aku tidak mencapai target, aku tetap berlatih lebih keras, daripada benar-benar berbicara dgn pelatih2”, Wang berkata.

“Bagaimana sekarang?” wartawan bertanya.

“Aku berusaha mengatakan kepada pelatihku apa Aku rasa”, Wang berkata. Ia melepas T-shirt putih yang basah seluruhnya, dan mengenakan yang hitam. Wartawan berkata, “Anda sangat rapi di dalam cara anda berpakaian, dan anda memperhatikan detil”. Wang tersenyum dan berkata,” Aku suka berbelanja dan membeli pakaian. Aku mencari kesempurnaan”.

Wang kemudian melihat banner di dalam hall: “Semangat (Spirit), Keberanian (Courage), Kecerdasan (Inteligence), Keganasan (Ferocity)”. Wartawan mengikuti mata nya dan bertanya, “Apakah yang anda perlukan sudah lengkap ?”

“Keganasan. Di titik-kritis, aku kurang ganas”, Wang berkata.

“Apa karena karaktermu yang lembut dan seorang introvert?” wartawan bertanya.

“Mungkin sedikit benar. Aku berusaha membuat perubahan-perubahan kecil di dalam  karakterku“, Wang berkata.

“Bagaimana?”

“Membuat banyak berhubungan dengan orang-orang. Banyak menyatakan diri, dan lebih sedikit menilai.”

One thought on “The Maturing of Wang Liqin

Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s