Setelah Piala Dunia, team mentransfer pelatih Shi Zhihao (ex-World Champion, suami Cao Yanhua) dari team wanita untuk menjadi pelatih Wang. Barangkali karena mereka sama2 berasal dari Shanghai, keduanya maju baik bersama-sama. Shi berkata bahwa dialek Shanghaiese sangat populer di team nasional, dan ketika Cai melatih Wang, ia berbicara dalam dialek Shanghaiese.

Salah satu peristiwa mengesankan di Osaka adalah Wang kalah 2 game pertama pada Kong. Menurut kesan masa lampau Wang, banyak orang pikir Wang sudah kalah. Tetapi Shi mengatakan kepada Cai di stand bahwa game ketiga akan menjadi satu titik balik untuk Wang. Jika ia bisa mengalahkan beberapa poin, ia punya suatu kesempatan.

“Sebenarnya”, Shi berkata dengan enteng, “pertandingan ini sangat cantik dari yang telah aku harapkan. Malam sebelumnya aku katakan kepada Wang bahwa Kong adalah pemenang grand-slam, dan mempunyai kemampuan. Tingkatan Kong kini kembali pada sebelumnya, dan ia mempunyai kemampuan mental lebih baik dibanding mu. Taktik dan strateginya lebih kaya dan bervariasi, dan ia bermain ganas. Anda, Wang Liqin, adalah takut akan hal seperti itu. Di dalam pertandingan ini, Kong akan berjuang keras di permulaan permainan, dan anda tidak akan mampu mengikutinya. Tapi jangan cemaskan. Di dalam pertandingan, anda bukan satu-satunya yang mempunyai beban pikiran. Ketika Kong mendekati kemenangan, ia akan mempunyai beban pikiran. Sebagai contoh, ia akan bermain hati-hati (safe), dan berharap memenangkan poin lebih cepat. Pada itulah, anda harus mengalahkan. Jika anda dapat bertahan melawan tekanan, Kong akan sedikit takut. Karena selama sesi latihan kita, Kong jarang mengalahkanmu.”

Bahkan Team Dunia kali ini adalah “jalan lintasan” yang sulit bagi Wang. Di dalam perempat-final, Wang kalah 0-2 pada Timo Boll dari Jerman. Di pertandingan berikutnya, posisi number-2 nya direbut. Para pelatih tidak akan memainkan dia di even spot ketiga, dan menggunakan Kong, Liu dan Ma sebagai gantinya. Wang tidak bermain di final juga. Untuk mampu memenangkan titel MenSingle di bawah kondisi-kondisi ini, dan untuk kembali dari 0-2, adalah sangat berat bagi Wang 

Shi berkata, “Di Dalam Dunia Ini, hal yang paling penting tentang Wang adalah setelah berbagai kesulitannya di dalam team, ia masih mampu untuk menang. Ini menunjukkan ia sudah dewasa/matang. Untuk pertama kali, satu kinerja lemah tidak meninggalkan sebarang akibat merusak”. Ia mengatakan ke wartawan bahwa team nasional sudah membuat investasi paling besar dgn Wang, dan sudah menyediakan banyak peluang untuk Wang. Team nasional punya banyak pemain top. Cai sudah bekerja keras untuk menolong Wang berhasil, dan punya banyak tekanan. Banyak yang bertanya: kenapa kita harus memainkan Wang?

Selama 5 tahun terakhir, Wang sudah memantapkan keunggulan teknisnya. Tetapi mengapa Wang tidak mampu bermain sesuai tingkatannya sepanjang waktu? Shi tidak berpikir itu karena kualitas mental Wang. Ia mengatakan kepada Wang: “Dengan satu tangan, anda masih belum penuh menyerap teknik-teknik tertentu. Dengan kata lain, terdapat pertanyaan tentang ketekunan”.

Shi berharap Wang dapat membuat sedikit perubahan. Ia berkata, “Prinsip Ku adalah sbg satu orang harus jujur, tetapi sebagai pemain, salahsatu yg diperlukan ‘mematikan’*. Wang perlu bekerja agar lebih ‘mematikan’. Aku tidak menyukai nya ketika aku berkata sesuatu, dan pemainku selalu setuju denganku. Seorang pemain harus berfikir menurut kehendaknya, dan itu terbaik jika ia dapat berbantah dengan aku dan membuktikan bahwa aku salah. Wang terlalu baik mendengarkan, dan kurang memiliki sikap mengusai, keganasan, dan pola pikir ‘Aku melakukan Apa Yang Aku ingin lakukan’. Ia tidak suka menyatakan dirinya, tetapi sebagai gantinya ingin membuktikan berbagai hal dengan fakta-fakta”.

Shi merasa bahwa jika pelatih mengajar terlalu banyak, tidak ada ruang bagi pemain untuk mengexpresikan dirinya. Ia lebih suka memberi Wang bimbingan dan menyilahkan Wang mengembangkan metode pelatihan nya sendiri.

Kekurangan Wang yang paling besar adalah ketidak-mampuan nya untuk melepaskan dirinya di lapangan ketika kondisi ketat. Pelatih telah mengatakan A, B,  dan C.Tetapi di lapangan, jika C, B dan A terjadi, Wang tidak tahu harus berbuat apa. Shi berkata, “Sebagai contoh, jika Wang merencanakan secara hati-hati apa yang harus dibuat jika lawannya menyerang kirinya, dan ternyata lawannya menyerang kanannya, ia menjadi canggung. Satu mata rantai kelemahan dapat mengacaukan keseluruhan game. Kami harus mengembangkan keyakinannya (confidence), dan kemampuannya menyesuaikan di lapangan”.

” Aku berencana mengajarkan dia golf. Satu olahraga yang pantas untuk dia. Ia dapat melakukan apapun juga yang diinginkan. Ia terlalu kaku, dan aku ingin memperluas wawasannya “, kata Shi.

(Catatan] Chung: *Kata Shi digunakan adalah “Du La”. Ini berarti mematikan, ganas/jahat/hebat, brutal, tidak kenal ampun, dan juga punya arti tambahan dari kecepatan dan efisien. Du secara harfiah berarti beracun, berbisa/sengit, dll., dan itu juga menyiratkan menyerang di bagian paling lemah dari lawan.)