Kolom Liu Guoliang: Tentang Ma Lin


April 23, 2003
Liu Guoliang’s Column: Ma Lin

Sumber: home.covad.net

Artikel ini telah muncul pada Januari 2003 terbitan “Table Tennis World”. Kolom Liu adalah artikel teratur majalah ini. Di kolom ini Liu menekankan kepada Ma bahwa untuk menang, ia tidak boleh takut akan kegagalan.

Pada akhir 2002, aku menemui tim kami untuk pertandingan di Polish dan Denmark Terbuka. Inilah pertama kali aku memimpin satu reguku sendiri, dan aku merasa bahwa aku sudah bekerja baik dengan para pemain. Ketika aku masih menjadi permain, aku telah bekerja dekat dengan mereka, dan aku biasa membantu pelatih2 dalam persiapan menghadapi turnamen2. Sekarang, hanya sebutanku yang sudah berubah.

Sebelum undian, aku berharap agar Ma bisa bertemu Boll. Ma sendiri ingin bermain dengan Boll, dan ia telah merasa yakin di World Cup bahwa ia bisa memukul Boll. Akan tetapi dengan menyesal Ma kalah dgn Primorac. Jika Ma bisa temu dan memukul Boll saat itu, ia akan memperbaiki keyakinan kami melawan Boll, dan juga memastikan Boll kembali dibawah. Ternyata undian seperti yang kita harapkan, dan Ma bertemu Boll di babak dua.

Sebelum mereka main, Ma dan aku membahas strategi kami. Tujuan utama adalah proaktif, dan agar sangat bervariasi (bertukar-tukar) taktik. Ketika Boll menghadapi Kong dan Wang Liqin, ia dengan cepat menangkap prakarsa dan bermain semakin proaktif. Maka Ma harus agresif, sekali pun berarti mengorbankan keselamatan permainan. Ia harus menyerang terlebih dulu, dan membiarkan Boll mengikuti ritmenya. Di dalam pertandingan, Ma jelas lebih baik pada serangan bola ketiganya. Ma menggunakan akal di dalam persaingan ini, dan mempunyai kemampuan baik dalam memvariasikan taktiknya. Tetapi di masa lalu ia cenderung konservatif. Di  perjalanan ini, ia mengatasi masalah itu. Pada akhirnya, ia nampak seperti sedang memainkan satu game yang lemas, dan sanggup membuat semua tembakan apapun yang ia inginkan. Ketika aku sedang bermain dengan baik, aku juga berada pada keadaan seperti itu, di mana segalanya benar dan gameku paling alami dan paling efektif.

Di babak kedua, Ma membuat terobosan2, dan di sana ada berbagai hal diringkas dan dipelajari. Di masa lalu ia bermain lebih baik pada kompetisi internal dan domestik. Di dua  turnamen ini ia bermain bagus karena ia tidak membawa sebagasi masalah mental. Tingkat performancenya sangat mendekat latihan terbaiknya dan pada saat kompetisi2 internal.

Di Poland, ia tidak mulai dengan baik. Ia tertinggal 2-3 dengan seorang pemain Czechoslovakian tak dikenal, dan akhirnya menang 4-3. Setelah tanding, aku ingatkan dia bahwa ia harus perhatian pada bagaimana ia menguasai lapangan. Ketika ia tertinggal, ia mestinya tidak nampak seperti kesakitan besar. Sebagai juara dunia, anda harus tampil tenang sekali pun anda sedang bermain kurang baik atau canggung. Kamu tidak boleh memperlihatkan perasaan Anda. Hal terburuk bagi seorang atlit adalah ingin menang tetapi pada waktu yang sama juga takut kalah. Hal terbaik ingin menang, dan tidak takut kalah. Pemain sekaliber Ma Lin harus sangat yakin dan memiliki jiwa untuk mendominasi lawan. Ia seharusnya tidak bermain dgn gugup di setiap pertandingan.

Ketika menyiapkan kondisi seorang atlit, adalah penting untuk melakukan penyesuaian mental dan aspek emosional. Jika anda panik atau tak sabar, anda tidak bisa membentuk persiapan dgn baik sekali pun mempunyai keahlian superior. Aku bicara dengan Ma di banyak lapangan, dan ketika saya mencoachnya, aku coba untuk mengendalikan emosinya. Setelah satu pertandingan, aku akan gunakan kata-kata ringan untuk membantu dia relaks. Sebagai contoh, jika ia merasa sedang bermain canggung, aku akan sarankan ia mengubah satu atau lebih banyak tempo. Sebenarnya Ma kadang-kadang tampak berbahagia juga; setelah setiap game bermain baik, ia akan berubah tersenyum di lapangan. Jika aku menunjukkan muka garang, mungkin ia tidak akan tersenyum banyak.

Ketika aku mencoachnya, aku tekankan pada gambaran lengkap sebagai ganti detil teknik. Sebagai contoh, di game pertama, aku minta dia menjadi lebih agresif di serangan bola ketiganya dan mengendalikan langkah. Kami akan rencanakan dipoin-poin awal dari tiap game, dan mencoba merebut prakarsa. Ketika ia dapat lakukan itu, ia akan mendapat keyakinan dan bermain dengan tempo lembut. Ma lebih baik memainkan langkah cepat dibanding lambat. Di dalam serangan dan rally, ia harus melakukan satu langkah cepat. Daya analitisnya dan kemampuannya bertukar-tukar taktik dengan cepat adalah paling tinggi di dunia, dan memainkan game lambat tidaklah baik untuknya.

Untuk Ma, pemecahan masalah mental jauh lebih penting dibanding permasalahan teknik. Jika ia mempunyai suatu sikap menta yang baik, ia akan bermain lebih lemas lagi, dan menjadi pemain lebih tangguh. Sebelum babak dua, Ma berada pada rank number-1. Ia ingin bermain baik untuk mempertahankan posisi itu lebih lama. Aku benar2 memahami ini, dan aku mengatakan kepadanya harus berjuang, daripada bemain safe. Ia harus memiliki keyakinan ini sbg kemampuannya.

Di masa. lalu, masalah terbesar Ma adalah mental konservatif (kolot, kuno, kaku). Ketika anda mencoba bermain terlalu kaku, anda akan kehilangan kreativitas yang sedemikian penting. Ia harus berpandangan lebih luas. Aku katakan kepadanya bahwa sekali pun ia kalah, ia masih tetap Ma Lin. Orang-orang tidak akan menilai dia dari satu pertandingan. Baik ia menang atau kalaah, ia harus percaya bahwa ia adalah salah seorang terbaik dunia. Aku sering kali katakan kepadanya agar menjadi satu pemain kunci di tim kami, dan untuk menjadi pemain terbaik dunia, ia harus memiliki banyak ketekunan. Ia harus menerima lawan2 yang paling tangguh, dengan keyakinan bahwa ia lebih baik pemain di lapangan. Ia mestinya tidak cemas akan kegagalan satu pertandingan; ia harus mencoba untuk menjadi satu pemenang terbesar dalam olahraga.

Ma Lin sudah sekarang mencapai tingkatan ketrampilan yang sangat tinggi, tetapi secara mental tidak kuat. Ia sering kali berhati-hati di dalam pertandingan besar, dan tidak mampu bermain pada kemapuan terbaik. Ma sadar akan kelemahan ini, dan aku percaya ia akan memperbaiki dan mematangkannya.

Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s