Multiball – Berlatih banyak bola


Sumber: http://tabletennis.about.com/od/trainin1/a/multiball.htm

Multiball

Multiball (belatih banyak bola), adalah suatu tehnik berlatih dimana seorang pelatih (feeder, pemberi-bola) menggunakan sejumlah-banyak bola untuk mengasah satu bentuk-pelatihan (tehnik counter fast-loop vs fast-loop; footwork, return, etc) dari seorang pemain (trainee).
Sebagai ganti menggunakan satu-bola dengan malakukan rally untuk mengasah pemain. Seorang feeder menggunakan 1 bola berbeda2 untuk setiap pukulan yang diberikan kepada trainee.

Performing Multiball – Caranya

Biasanya, seorang feeder berdiri pada salah-satu sisi-meja dekat net, bersamanya sebuah kotak berisi penuh bola2 tenis meja yang diletakkan di atas penyangga atau kursi di dekatnya, kotak diatur sedemikian agar si feeder bisa meraih satu bola bahkan lebih dalam satu waktu tanpa membuang2 waktu mencari mengumpulkan bola2 (yang berserakan di lapangan, setelah dipukul).

~

Terkadang seorang pemain ketiga digunakan untuk mengumpulkan bola2 dan mengembalikannya ke dalam box, selama drill dilakukan tanpa batas waktu. Robot berjaring  juga bisa digunakan utk menangkap dan mengumpulkan bola. ~

Cuplikan layar dari 2016-01-18 21:01:30

Multiball Variations – Aspek Pelatihan

Sebagai pemain, dia akan terasa berat dimana dia bergerak2 di sekitar meja dengan nafas terengah-engah. ~

  • Technique PracticeMelatih Tehnik, dengan multiball memungkinkan seorang feeder untuk mengulang2 satu pukulan terhadap trainee dengan tingkat konsistensi (kemantapan) yang tinggi, jika memang diperlukan. Ini terjadi di mana trainee berkali2 mengulang2 satu pukulan dalam jumlah banyak (banyak bola) dalam satu selang waktu, sementara feeder bisa mengevaluasi dan mengkoreksi tehnik trainee tersebut selama drill.
  • Footwork PracticeBerlatih Footwork, ketika feeder mengendalikan kecepatan pada saat drill berlangsung, ia dengan mudah memperlambat agar memungkinkan trainee menyempurnakan tehnik tertentu. Contoh, apabila trainee sulit bergerak ke sisi kiri-meja untuk memainkan pukulan forehand, maka feeder dapat memperlambat pemberian-bola (feed) agar memungkinkan trainee memperbaiki footworknya. Ketika footworknya sudah benar (dengan drill lambat, bola dapat dipukul dgn baik), maka kecepatan feed dapat ditingkatkan sampai pemain berada dibawah-tekanan (under pressure).
  • Decision MakingPengambilan Keputusan, seorang feeder dapat membuat drill untuk hampir semua pukulan dengan sedikit persiapan, dan mulai dari sangat dekat net. Ini berarti menjadikan trainee dibawah tekanan dimana dia harus memukul dari berbagai lokasi dengan spin yg beragam. Seorang trainee haruslah memutuskan dengan cepat; spin, speed dan penempatan seperti apa yang dibuat feeder, kemudian bergerak ke posisi untuk melakukan pukulan yang tepat. Sejumlah tekanan bisa dikurangi dengan mengurangi variable2 (seperti kadar backspin, penempatan bola dalam), dan menambahnya dengan memvariasikan banyak factor atau menambah bola.
  • FitnessKebugaran, Ketahanan Tubuh, ketika feeder membuat trainee bergerak cepat untuk meraih bola, maka ketahanan-tubuh seorang trainee akan tampak teruji. Semakin lama (tahan) seorang trainee bisa bergerak dan memukul bola dengan bentuk yang bagus, maka semakin baik kesempatannya dalam pertandingan, atau beberapa pertandingan dalam satu hari. ~
  • Psychological – beberapa pemain tidak suka mendorong dirinya terlalu keras dalam latihan maupun pertandingan, takut atau tidak suka menyiksa fisiknya. Dengan multiball dapat digunakan untuk membiasakan pemain agar merasakan sensasi bermain walaupun ketika lelah. Juga, membiasakan pemain untuk mengembangkan pukulan bahwa mereka harus menjadi pemenangnya, walaupun gagal maka trainee harus siap-pulih untuk pukulan berikutnya. Multiball dapat digunakan untuk menghapus kebiasaan ini, karena tidak peduli seberapa baik stroke seorang trainee, dia masih harus bersiap-siap untuk bola berikutnya.
  • Overcome LimitationsMengatasi Keterbatasan, kadang-kadang drill tertentu diluar kemampuan feeder atau trainee apabila dilakukan dengan cara rally. Yaitu memerlukan keahlian tingkat tinggi (tidak bisa dilatihkan dgn rally oleh pemain dengan skill rendah), artinya diperlukan sebuah rally yang harus tetap berjalan, agar pukulan tertentu yang didrill itu berhasil. Dengan multiball, trainee dan feeder dapat melakukan latihan lanjutan dengan berhasil (tanpa perlu rally dengan skill tinggi) karena kesalahan pada satu bola multiball tidak menghentikan drill. (tmk; contohnya melatih topspin vs backspin, jika dengan rally maka diperlukan seorang chopper yang ahli dalam melakukan backspin yg beragam untuk melatih topspin seorang trainee, tapi dgn multiball, seorang feeder cukup memsimulasi backspin).

Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s