Physical Training (4/9)

Created by : Richard McAfee, USATT National Coach

(4 dari 9 tulisan)

 

Atlit Harus :

STAGE 1

1. Diperkenalkan sebuah program latihan (exercise) dasar yang menjadi bagian dari program warm-up. Latihan ini memerlukan waktu yang cukup dan didesain untuk menyiapkan atlit untuk masa depan latihan.

STAGE 2

2. Diperkenalkan latihan gerakan sederhana yang membantu perkembangan yang diperlukan keahlian kaki dalam olahraga ini.

STAGE 3

3. Memulai sebuah program latihan fisik secara umum yang teridri dari latihan dalam kurun waktu tanpa penambahan berat.

4. Memulai sebuah program latihan erobic yaitu drill pergerakan di meja

Lanjutkan membaca “Physical Training (4/9)”

Periodization (3/9)

Created by : Richard McAfee, USATT National Coach

(3 dari 9 tulisan)

 

Atlit Harus :

STAGE 4

1. Memperlihatkan pemahaman tentang prinsip siklus latihan.

2. Bekerja dengan pelatihnya untuk mengembangkan jadwal kompetisi tahunan dan menetapkan even mana yang harus mereka ” Berada di Puncak”.

3. Memperlihatkan pemahaman tentang perbedaan fase dari siklus latihan. Ini termasuk :

  • Preparation (Persiapan)
  • Pre-competitive (Sebelum-Kompetisi)
  • Competitive (Kompetisi)
  • Active Rest (Istirahat Aktive)

STAGE 5

4. Bekerja dengan pelatih mengembangkan rencana siklus latihan khusus untuk “peak ” even. Rencana2 ini harus termasuk :

  • Goal Setting (Penentuan Sasaran)
  • Initial Evaluation (Memaraf Evaluasi)
  • Technical Training (Latihan Tahnik)
  • Development of an aerobic base (Pengembangan dari aerobic base)
  • General and specific table tennis anaerobic training
    (Pelatihan Umum dan khusus TM anaerobic)
  • Strength training (Latihan Kekuatan)
  • Power Training (Latihan Tenaga)
  • Psycological Skills training (Latihan Keahlian Psikologi)

STAGE 9

5. dapat memperpendek siklus latihan yang mempertimbangkan banyak “peak” tournamen selama setahun.

Goal Setting (2/9)

Created by : Richard McAfee, USATT National Coach

 

Atlit Harus :

STAGE 1

1. Menentukan/Mapan yang ditulis kemampuan secara tehnis (tehnical perormance) didasarkan target dan mensharingnya dengan pelatih dan orang tua. Target2 ini harus ditinjau secara teratur. Kegunaan dari target2 ini adalah agar atlit berkonsentrasi pada perkembangan tehnik bukan perkembangan kompetisi.
Misalnya : Mengeksekusi 8 dari 10 forehand drive, membalas topspin yang ditempatkan secara berganti-ganti dari tengah meja ke wide forehand dari si atlit.

STAGE 4

2. Atur secara realistis namun memenuhi persiapan target kompetisi dan pisahkan mereka dalam :

  • Jangka Panjang 5 tahun
  • Menengah 2 – 4 tahun
  • Pendek 1 tahun
  • Target2 ini harus termasuk tingkatan ranking dan hasil pada tournament tertentu.

Lanjutkan membaca “Goal Setting (2/9)”

Technical Development (1/9)

Junior Progressions;100 Step To Excellence

A Guide for Athletes, Coaches, and Parents

Created by : Richard McAfee, USATT National Coach

(1 dari 9 tulisan)

Technical Development

STAGE 1

  • Atlit akan bisa menghasilkan dan menjelaskan dengan benar sebuah grip, termasuk poin2 yang ditekankan lainnya (pressure point).
  • Atlit akan bisa mendemokan dengan benar posisi siap.
  • Atlit akan bisa mengeksekusi basic stroke berikut dengan bentuk yang tepat, control arah (directional control), dengan sukses rata 80% ketika difeed pelatih:
    • Backhand push dan forehand push membalas under-spin
    • Backhand dan forehand block membalas topspin
    • Backhand dan forehand drive membalas topspin
    • Backhand dan forehand topspin membalas under-spin
  • Atlit akan mendemokan pemahaman tentang elemen dasar dari semua stroke :
    • Bagaimana (how) mentouch bola – Friction VS Force tipe mengkontak bola
    • Kapan (when) – Waktu yang tepat melakukan setiap basic stroke
    • Dibagian mana (where) mentouch bola – Lokasi bola yang tepat melakukan setiap basic stroke
  • Atlit akan mempelajari dasar teori dari under-spin dan topspin. Ini termasuk :
    • Bagaimana spin berefek pada terbang bola
    • Dibagian mana mentouch bola untuk menghasilkan spin
    • Konsep dari mengikuti (going) atau melawan (against) putaran bola (spin).
  • Atlit akan memahami teori dasar berikut :
    • Aturan bahwa melakukan percepatan gerakan raket mempengaruhi semua stroke
    • Aturan dari backswing dalam membantu timing stroke.
  • Atlit akan belajar basic serve seperti dia mempelajari setiap stroke.
    • Contoh: Backhand Push = belajar backhand serve under-spin.

Lanjutkan membaca “Technical Development (1/9)”