Psikologi Olahraga

Sumber: http://www.bulutangkis.com

A. Pengertian Psikologi Olahraga

1. Apakah Psikologi Olahraga?

Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya, mulai dari perilaku sederhana sampai yang kompleks. Perilaku manusia ada yang disadari, namun ada pula yang tidak disadari, dan perilaku yang ditampilkan seseorang dapat bersumber dari luar ataupun dari dalam dirinya sendiri.

Ilmu psikologi diterapkan pula ke dalam bidang olahraga yang lalu dikenal sebagai psikologi olahraga. Penerapan psikologi ke dalam bidang olahraga ini adalah untuk membantu agar bakat olahraga yang ada dalam diri seseorang dapat dikembangkan sebaik-baiknya tanpa adanya hambatan dan factor-faktor yang ada dalam kepribadiannya. Dengan kata lain, tujuan umum dari psikologi olahraga adalah untuk membantu seseorang agar dapat menampilkan prestasi optimal, yang lebih baik dari sebelumnya.

2. Mengapa Psikologi Olahraga Diperlukan dalam Olahraga?

Meningkatnya stres dalam pertandingan dapat menyebabkan atlet bereaksi secara negatif, baik dalam hal fisik maupun psikis, sehingga kemampuan olahraganya menurun. Mereka dapat menjadi tegang. denyut nadi meningkat, berkeringat dingin, cemas akan hasil pertandingannya, dan mereka merasakan sulit berkonsentrasi. Keadaan ini seringkali menyebabkan para atlet tidak dapat menampilkan permainan terbaiknya. Para pelatih pun menaruh minat terhadap bidang psikologi olahraga, khususnya dalam pengendalian stres. Lanjutkan membaca “Psikologi Olahraga”

Istimewanya Tenis Meja..!

Oleh Ida Arimurti Dr. Sadoso dari room Sebelah 🙂

Kelihatannya biasa, tapi tenis meja olahraga istimewa. Bisa
sebagai terapi tambahan, bisa pula memperbaiki kinerja kita dalam
kehidupan sehari-hari. Yang pasti tenis meja merupakan cabang olahraga
yang cukup efektif dalam menghasilkan keringat. Dr. Sadoso Sumosardjuno,
Sp.KO. menjelaskannya dalam tulisan berikut.

Dibandingkan dengan yang lainnya, tenis meja memiliki beberapa
keunggulan. Cabang olahraga ini mempunyai peran sangat penting dalam
bidang rehabilitasi. Ia merupakan terapi rekreasi yang tak ternilai
harganya untuk penyandang cacat fisik seperti polio, paraplegia,
hemiplegia, ampute (bagian badannya ada yang diamputasi), radang sendi,
dan lain-lain. Bahkan, pun untuk penderita penyakit mental. Karena itu,
dewasa ini di semua instansi perawatan penyakit mental negara-negara
maju, tenis meja digunakan sebagai olahraga untuk terapi tambahan. Lanjutkan membaca “Istimewanya Tenis Meja..!”