Surya GG Runtuh di Puncak Prestasi

Sumber: http://republika.co.id/berita/8447.html

Surya GG Runtuh di Puncak Prestasi
By Republika Contributor
Jumat, 17 Oktober 2008 pukul 20:58:00

JAKARTA–Suasana dalam GOR Sanjaya, Kediri, Jawa Timur, pagi itu gelap-gulita, lampu-lampu merkuri tak lagi bersinar seperti biasa. Semua meja tenis di GOR itu dalam keadaan terlipat rapi dan tidak ada lagi para atlet bermandikan keringat setelah menjalani program latihan yang padat.

PTM SURYA BUBARSuasana berbeda terlihat di kantor administrasi yang berada di lantai dua gedung olah raga milik Perusahaan Rokok PT. Gudang Garam Tbk, Kediri itu. Sejumlah atlet dan orangtuanya memadati ruang kantor, ramai-ramai mengajukan surat pindah sekolah ke daerah asal.

Hal ini membuat tiga petugas bagian administrasi sibuk luar biasa, karena selain harus membuat surat pindah sekolah, mereka bertiga juga sibuk menyelesaikan hak para atlet tenis meja dari berbagai jenjang usia dari berbagai daerah itu. Pemandangan ini terlihat sehari setelah Klub Surya Gudang Garam secara resmi dibubarkan, Senin (13/10) lalu.

Pembubaran itu dilatarbelakangi keputusan manajemen PT Gudang Garam Tbk yang tidak lagi mampu membiayai klub tenis meja yang selama tiga dasawarsa terakhir menelurkan atlet-atlet andal yang berjaya di berbagai ajang nasional dan internasional. “Saya sudah tidak lagi bisa berbuat apa-apa atas keputusan itu,” kata Ketua Umum PTM Surya Gudang Garam Kediri, Diana Wuisan Tedjasukmana. Lanjutkan membaca “Surya GG Runtuh di Puncak Prestasi”

Lu Lin Bicara Tentang Permainan Shakehander

December 21, 2002

Lu Lin On Playing Shakehanders

Catatan Chung: Artikel ini diterbitkan pada September 2002 terbitan Table Tennis World. Kalimat-kalimat tebal seperti di dalam artikel asli. Lu Lin kini bertanggung-jawab pada team pelatihan di 2nd team wanita nasional.

Wartawan: Anda memainkan satu gaya serupa dengan Kim Taek Soo. Menggunakan Kim sebagai satu contoh, dapatkah anda membicarakannya sebagai taktik umum melawan shakehanders?

Lu Lin: Ketika kami mempersiapkan taktik, kami harus sekuatnya mengejar target berikut ini: agresif mengambil prakarsa (memulai) untuk menyerang terlebih dulu. Umumnya keahlian khusus PH adalah kemampuannya yang besar dalam memulai serangan, dan kemampuan mengendalikan 3 bola pertama. Begitu di tahap rally, sisi backhand PH menjadi relatif kurang. Tentu saja, ini secara umum, dan tidak berlaku bagi setiap kasus. Sebagai contoh, Chiang Peng-Lung punya blok backhand sangat kuat. Tetapi keseluruhan, pemain seperti Kim, Ma Lin atau Yan Sen mempunyai backhand relatif lemah di tahap rally. Seorang PH harus menggunakan kekuatan forehand nya untuk mengendalikan pengumpulan poin dan merebut inisiatif.

Lanjutkan membaca “Lu Lin Bicara Tentang Permainan Shakehander”

Pelatih Yin Xiao Bicara Tentang Piala Dunia

COACH YIN XIAO TALKS ABOUT THE WORLDS

June 4, 2003

Di Piala Dunia Paris, satu-satunya titel dimana China tidak menang adalah Putra Tunggal, satu yang terberat. Setelah regu nasional kembali, mereka mengadakan tiga pertemuan setengah hari untuk meringkas Piala Dunia. Pemain-pemain adalah yang pertama memberikan laporan individu, dan pelatih-pelatih kemudian menyediakan kritik-kritik untuk setiap pemain. Setelah itu pelatih-pelatih mengadakan satu pertemuan dan menganalisa persiapan pre-piala dunia, kepelatihan, dan kompetisi nyata. Setiap aspek dipelajari secara menyeluruh.

Wartawan kami mewawancarai pemimpin regu pelatih putra, Yin Xiao, setelah serangkaian pertemuan tersebut. Yin berkata alasan paling besar gagal perebutan title Putra adalah permasalahan mental. Lanjutkan membaca “Pelatih Yin Xiao Bicara Tentang Piala Dunia”

Wawancara Dengan Ma Lin

INTERVIEW WITH MA LIN

November 8, 2000

Catatan Chung: Wawancara ini berlangsung Oktober 15, hari Ma Lin menang World Cup. Kalimat-kalimat di dalam [ ] adalah komentar-komentar wartawan dibuat setelah wawancara.)

Sore ini, Ma Lin memenangkan titel World Cup di Yangzhou, mengalahkan Kim Taek Soo 3-0. Setelah poin terakhir, Ma berlutut sambil menangis. Tidak sedang terpilih mewakili Negeri China di Olympics adalah pukulan berat bagi Ma, tetapi 20-year-old tetap bertahan. Malam ini, kita mengadakan satu wawancara eksklusif dengan Ma.

Reporter: Sangat sedikit mengira bahwa anda akan memukul telak Kim.

Ma: Aku juga tidak berpikir demikian. Aku sudah menyiapkan akan memainkan 5 game penuh. Sebelum pertandingan ini, aku kalah tiga kali berturut-turut pada Kim. Di masa lalu, pada saat itu kami memainkan game ke 5th, Kim pasti telah menyesuaikan serve dan serangan-seranganku. Itulah sebabnya aku tidak seperti bermain game 5th melawan dia, dan aku mencoba untuk menang di dalam 3 game. Hari ini aku berhasil dapatkan keinginanku. [R: Memperhatikan pertandingan, kami tidak melihat kecemasan atau keinginan di wajah Ma. Ia bermain dengan penuh kesabaran. Tingkat kematanan ini sangat jarang dalam pemain-pemain muda, dan ini membuat Ma sangat spesial.] Lanjutkan membaca “Wawancara Dengan Ma Lin”

Atlet Tenis Meja Uji Tanding dengan Thailand

05/06/2004 07:57 Tenis Meja
Atlet Tenis Meja Uji Tanding dengan Thailand

Liputan6.com, Jakarta: Tujuh klub tenis meja nasional melakukan uji tanding dengan pemain tenis meja nasional Thailand dalam ajang Sirkuit Laga Tenis Meja Utama (Silatama) IX seri kedua di Gelanggang Olah Raga Simprug, Jakarta. Pertandingan digelar untuk putra dan putri. Dalam pertandingan hari pertama, Jumat (3/6), tim putra Thailand mengalahkan APAC Inti Semarang. Tim yang menyumbangkan medali emas SEA Games itu menang atas APAC dengan skor 3-2. Di bagian putri, tim Thailand akan berhadapan dengan lima klub Silatama.
Dua pemain Cina yang memperkuat Pupuk Kaltim, Tang Chao Li (putri) dan Wang Yin (putra) dipastikan menjadi lawan tangguh pemain-pemain Negeri Gajah Putih. Selain itu, tiga petenis meja putra nasional dan tiga petenis putri nasional yang memperkuat masing-masing klubnya juga diperkirakan memberikan perlawanan sengit kepada pemain-pemain Thailand.(SID/Jeremy Tetty dan Yudi Wibowo]

Atlet Tenis Meja Uji Tanding dengan Thailand :: Berita Olah Raga Liputan6 :: Aktual Tajam Terpercaya

Atlet Tenis Meja Tagih Bonus

Senin, 14 Januari 2008

Atlet Tenis Meja Tagih Bonus

KEDIRI- Atlet tenis meja yang telah menyumbang medali untuk tim Indonesia di SEAG 2007 di Nakhon Ratchasima, Thailand, menagih bonus yang dijanjikan Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI). ”Pengurus berjanji akan memberikan bonus uang tunai kepada kami yang berhasil menyumbangkan medali. Tapi, sampai sekarang janji itu tidak pernah ditepati,” kata salah satu atlet, M Hussein, di Kediri, Ahad (14/1).

Di SEAG ke-24 yang 6-15 Desember 2007, tim tenis meja Indonesia hanya mampu memboyong satu medali perak dan tiga perunggu. M Hussein sendiri menyumbangkan satu medali perak dari ganda putra berpasangan dengan Reno Handoyo, dan satu perunggu dari nomor beregu putra. Dua perunggu lainnya datang dari pasangan putra David Jacobs/Yon Mardiono dan pasangan putri Ceria Nilasari/Christine Ferliana.

Mereka sebelumnya telah menerima bonus dari Kantor Menteri Negara Pemuda dan Olahraga berupa uang tunai sebesar Rp.30 juta untuk peraih medali perak dan Rp.20 juta untuk perunggu. ”Kini kami menagih janji dari PB (PTMSI) atas prestasi yang telah kami persembahkan,” kata Hussein mewakili rekan-rekannya.

Ia mengatakan Ketua Umum PB PTMSI, M Taher, berjanji akan memberikan bonus uang tunai satu miliar rupiah kepada atletnya yang berhasil mempersembahkan medali emas di SEAG. ”Untuk medali perak dan perunggu PB juga akan memberikan bonus uang, meski tidak disebutkan nilai nominalnya,” kata atlet yang tergabung dalam klub Surya Gudang Garam Kediri itu.

(ant )

http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=319778&kat_id=336