Interview dengan Ma Lin

(Artikel ini telah muncul di terbitan Januari 2003 “Tenis Meja Dunia”, dan ditulis sebelum Grand Finals Pro-Tour di Sweden.)

ma-lin-interviewWartawan: Anda rank nomor satu dan pemenang dari dua titel Pro-Tour yang terakhir lalu. Apakah Anda merasa bahwa anda pasti akan memenangkan Grand Finals?

Ma Lin: Tidak, anda tidak bisa bermain dengan banyak tekanan. Anda tidak bisa memainkan gamemu jika anda mendekati satu even dgn byk tekanan seperti itu.

R: Anda sangat difavoritkan untuk memenangkan World Cup, tahun ini. Mengapa anda berakhir di putaran delapan?

M: Aku baru pulang dari pertandingan dua even Pro-Tour di Eropa, dan aku sedang tidak di dalam bentuk terbaik secara phisik atau emosional. Aku merasa lelah, dan dalam suatu turnamen penting seperti itu jika tidak berada pada tingkatan tepat kegembiraan dan tidak punya keinginan kuat untuk menang, anda tidak bisa memainkan game terbaik yang bisa dimainkan.

R: Anda bermain hebat berturut2 di dua Pro-Tour, Poland dan Denmark, dan anda menglahkan Boll dan Schlager dengan agak mudah.

M: Setelah World Cup, aku kembali ke Beijing, dan aku punya satu minggu penyesuaian. Aku juga meringkas berbagai kesulitan dan menjadikannya target latihanku.

R: Sudahkah anda menghitung berapa banyak even Pro-Tour yang sudah dimenangkan tahun ini? Anda kalah dua kali pada Chuan Chih-Yuan. Apakah ia seorang pemain yang menyulitkan anda?

M: Aku menang 4 even. Gaya Chuan serupa dengan seorang pemain Cina. Ia bermain di tim kedua kami dalam waktu lama, dan ia mempunyai pemahaman baik pad taktik dan strategi Cina. Pertama kali aku bermain dgnnya di Qatar, aku memimpin 3-1 dan seharusnya sudah menang. Tetapi aku keliru, mungkin karena terlalu bersemangat. Di Holland, aku tidak hati-hati di dalam mengadaptasikan perubahan2 dan variasi2 Chuan.

R: Anda meningkat pesat. Bagaimana anda melihat posisimu di regu Cina?

M: Beberapa dari kami di dalam tim berada di tingkatan yang sama. Kapan saja, ada satu pemain yang terbaik secara phisik dan mental, maka pemain itu akan mendapatkan hasil terbaik. Kami juga di tingkatan yang sama dengan beberapa pemain2 asing. Lanjutkan membaca “Interview dengan Ma Lin”

Liu Guoliang bicara tentang permainannya

Sumber: http://www.masatenisi.org/english/roportaj5.htm

LIU GUOLIANG TALKS ABOUT HIS GAME

Catatan Chung: Wawancara ini diambil setelah Qatar Open, dan sudah dipublikasikan pada May dan Juni 2002 di Table Tennis World. Reporter menanyai Liu GuoLiang tentang nasehat yang bisa membantu pemain pemula. Reporter adalah Li Kefei

Reporter: Jika kamu berhadapan dgn seseorang yang belum pernah bermain sebelumnya bagaimana kamu menemukan kelemahannya dengan singkat ?

LGL: Pertama lihat pada raket dan karet yang dipakai. Apakah pipe-out, inverted, atau long-pips ? Shakehander atau Penholder, tangan-kiri atau kanan ? Ingatlah lawanmu juga familiar dengan gayamu.

Kamu harus coba memainkan permainanmu, dan lakukan apa2 yang bagus darimu; kemudian kembangkan inisiatif, agar semakin dapat dengan jelas mengamati kelemahan2 lainnya. Jika bermain pasif, selama waktu ada kamu memang menemukan kelemahan lawanmu, tapi itu cara yang baik bagimu kehilangan game.

Lanjutkan membaca “Liu Guoliang bicara tentang permainannya”

Kong Linghui Menghadapi Penholder

Sumber: http://www.masatenisi.org/english/roportaj4.htm

KONG ON PLAYING PENHOLDERS

Catatan Chung: Wawancara terbit pada Juni 2002 di Table Tennis World. Reporter adalah Li Kefei

Reporter: Kami percaya kamu memiliki pemahaman sangat baik tentang bagaimana bermain melawan gaya penholder. Bisakah share pengalaman anda ?

Kong Linghui: Penholder umumnya lebih lemah di backhand, meskipun pemain China berbeda dibanding pemain lainnya dari sisi ini. Pemain kami sudah menambahkan keahlian reverse backhand loop, dan dalam hal tertentu sudah menolong mereka berinisiatif menyerang pada sisi backhand. Juga, penholder China kuat serangan bola 3rd, dan mereka lebih ”berbahaya” dgn serangan2 ini. Mereka lebih lemah saat sedang rally, tapi sangat baik dalam keahlian bola 3rd. Kebanyakan penholder Asia, pemain dari negeri seperti Korea cenderung menjadi looper satu sisi, dan relatif lebih lemah disisi backhand. Lanjutkan membaca “Kong Linghui Menghadapi Penholder”

Lu Lin Bicara Tentang Permainan Shakehander

December 21, 2002

Lu Lin On Playing Shakehanders

Catatan Chung: Artikel ini diterbitkan pada September 2002 terbitan Table Tennis World. Kalimat-kalimat tebal seperti di dalam artikel asli. Lu Lin kini bertanggung-jawab pada team pelatihan di 2nd team wanita nasional.

Wartawan: Anda memainkan satu gaya serupa dengan Kim Taek Soo. Menggunakan Kim sebagai satu contoh, dapatkah anda membicarakannya sebagai taktik umum melawan shakehanders?

Lu Lin: Ketika kami mempersiapkan taktik, kami harus sekuatnya mengejar target berikut ini: agresif mengambil prakarsa (memulai) untuk menyerang terlebih dulu. Umumnya keahlian khusus PH adalah kemampuannya yang besar dalam memulai serangan, dan kemampuan mengendalikan 3 bola pertama. Begitu di tahap rally, sisi backhand PH menjadi relatif kurang. Tentu saja, ini secara umum, dan tidak berlaku bagi setiap kasus. Sebagai contoh, Chiang Peng-Lung punya blok backhand sangat kuat. Tetapi keseluruhan, pemain seperti Kim, Ma Lin atau Yan Sen mempunyai backhand relatif lemah di tahap rally. Seorang PH harus menggunakan kekuatan forehand nya untuk mengendalikan pengumpulan poin dan merebut inisiatif.

Lanjutkan membaca “Lu Lin Bicara Tentang Permainan Shakehander”

Rahasia Gao Jun

Photo by John Oros Copyright 1999

gao_profile

Gao Jun’s Secret

By Gao Jun

1991 World Champion, Women’s Doubles
1992 Olympic Silver Medalist, Women’s Doubles
USA Women’s Singles & Doubles, Mixed Doubles Champion, 1996-98
World #3, 1994-95

(Excerpted from interview of Gao by Marianne Yeh in the upcoming Jan/Feb 2000 USA Table Tennis Magazine)

USATTM: Anda seorang juara dunia, dan pernah sekali rank #3 dunia. Apa rahasiamu ? Bisakah anda berbagi dengan para pembaca ?

GAO: Saya hanya punya tiga kata untuk dibagi kepada siapa saja: BERLATIH, BERLATIH, BERLATIH. Itulah rahasia2 saya. Itulah rahasia2 para pemain atas (top) dunia.

Izinkan saya menjelaskannya sedikit. Ada 3 unsur yang diperlukan setiap orang yang berusaha menjadi sukses dalam sport: yaitu RAJIN (diligence), BAKAT (talent), dan PELUANG2 (opportunities). RAJIN adalah yang terpenting. Dalam hal ini saya tidak bicara tentang CUKUP RAJIN. Yang saya maksud adalah RAJIN yang bermotivasi. Karena kamu akan menggunakan tubuhmu, dan pikiranmu (brain) saat berlatih2.

Ketika saya bersaing untuk menduduki Tim Nasional China, saya memiliki buku catatan kecil yang selalu saya bawa kemana pun saya pergi. Selalu mengulas (review) dalam catatan saya setiap gaya pemain2 lainnya sebelum saya bermain menghadapi mereka. Saya selalu bersungguh2 dalam setiap pertandingan (match), dan saya tidak melakukan kesalahan yang sama dua kali. Lanjutkan membaca “Rahasia Gao Jun”

Pelatih Yin Xiao Bicara Tentang Piala Dunia

COACH YIN XIAO TALKS ABOUT THE WORLDS

June 4, 2003

Di Piala Dunia Paris, satu-satunya titel dimana China tidak menang adalah Putra Tunggal, satu yang terberat. Setelah regu nasional kembali, mereka mengadakan tiga pertemuan setengah hari untuk meringkas Piala Dunia. Pemain-pemain adalah yang pertama memberikan laporan individu, dan pelatih-pelatih kemudian menyediakan kritik-kritik untuk setiap pemain. Setelah itu pelatih-pelatih mengadakan satu pertemuan dan menganalisa persiapan pre-piala dunia, kepelatihan, dan kompetisi nyata. Setiap aspek dipelajari secara menyeluruh.

Wartawan kami mewawancarai pemimpin regu pelatih putra, Yin Xiao, setelah serangkaian pertemuan tersebut. Yin berkata alasan paling besar gagal perebutan title Putra adalah permasalahan mental. Lanjutkan membaca “Pelatih Yin Xiao Bicara Tentang Piala Dunia”