Wawancara Dengan Ma Lin

INTERVIEW WITH MA LIN

November 8, 2000

Catatan Chung: Wawancara ini berlangsung Oktober 15, hari Ma Lin menang World Cup. Kalimat-kalimat di dalam [ ] adalah komentar-komentar wartawan dibuat setelah wawancara.)

Sore ini, Ma Lin memenangkan titel World Cup di Yangzhou, mengalahkan Kim Taek Soo 3-0. Setelah poin terakhir, Ma berlutut sambil menangis. Tidak sedang terpilih mewakili Negeri China di Olympics adalah pukulan berat bagi Ma, tetapi 20-year-old tetap bertahan. Malam ini, kita mengadakan satu wawancara eksklusif dengan Ma.

Reporter: Sangat sedikit mengira bahwa anda akan memukul telak Kim.

Ma: Aku juga tidak berpikir demikian. Aku sudah menyiapkan akan memainkan 5 game penuh. Sebelum pertandingan ini, aku kalah tiga kali berturut-turut pada Kim. Di masa lalu, pada saat itu kami memainkan game ke 5th, Kim pasti telah menyesuaikan serve dan serangan-seranganku. Itulah sebabnya aku tidak seperti bermain game 5th melawan dia, dan aku mencoba untuk menang di dalam 3 game. Hari ini aku berhasil dapatkan keinginanku. [R: Memperhatikan pertandingan, kami tidak melihat kecemasan atau keinginan di wajah Ma. Ia bermain dengan penuh kesabaran. Tingkat kematanan ini sangat jarang dalam pemain-pemain muda, dan ini membuat Ma sangat spesial.] Lanjutkan membaca “Wawancara Dengan Ma Lin”