Buku-buku google

Buku buku bagus gratis di google book:

  1. Winning Table Tennis: Skill, Drill and Strategies. Dan Seemiller, Mark Holowchak
  2. All You Want To Know About Table Tennis, Wasserman
  3. Table Tennis: Steps to Success. Larry Hodges
  4. Table Tennis: Steps to Success. Sports Instruction Series. Richard McAfee
  5. Table Tennis: Tips from a World Champion. Gross, Schlager
  6. Table Tennis. Ashok Kumar
  7. Play & Learn Table Tennis. P. Narang

Mengenali bakat

Mengenali Bakat
Sumber: http://www.tabletennis.gr/regognition-of-a-talent.html

Tidak diragukan bahwa pengenalan bakat (recognition talent) adalah pekerjaan rumit dan berat. Perlu banyak teoritis maupun pengetahuan praktis dari seorang pelatih. Meskipun ilmu pengetahuan sudah sangat banyak dikembangkan pada olahraga lain, tapi di bidang tenis meja masih belum begitu jelas.

Tanda2 perkembangan (prognostic) pada laki-laki atau seorang gadis dalam tenis meja sangat sulit diperkirakandan sayangnya tidak sangat memuaskan. Dalam tenis meja hari ini, adalah kemungkinan kecil untuk menilai tanda2 secara tepat pada perkembangan pemain berdasarkan pengukuran yang objektif. Namun beberapa faktor yang harus harus dipertimbangkan dalam proses ini untuk kemungkinan memperoleh seorang berkarakter juara di masa depan adalah:

  • Kualitas tinggi dalam pelatihan tahap2 awal.
  • Kemajuan cepat.
  • Rasio yg bagus antara hasil-baik dan waktu-pelatihan.
  • Secara umum dapat diyakini, seorang pemain yang telah mencapai hasil-baik dalam waktu-singkat akan terus berlanjut maju seperti itu.
  • Konsistensi dalam pelatihan.
  • Disiplin.
  • Konsentrasi selama pelatihan dan pertandingan.
  • Pencapaian permainan kualitas tertinggi dalam pertandingan resmi (tidak demam panggung).
  • Bertampang (profil) psiko-kinetik.
  • Memilik motivasi dan keinginan untuk menang (semangat juang).
  • Memiliki kemampuan untuk mengatasi kesulitan dalam kompetisi.
  • Berpengetahuan teknis.
  • Kemampuan fisik yang cukup.

Tetapi sekali lagi, dalam hal ini, Anda harus lebih teliti lagi karena selalu terdapat kekurangan dari setiap tes ilmiah walaupun sengaja dirancang untuk tenis meja. Anda harus menyadai bahwa tenis meja adalah game yang sangat kompleks yang menuntut banyak usaha dan pengorbanan dan selalu tetap memerlukan mata-pelatih dan pengalaman, setidaknya hal ini belum berubah untuk saat ini.

© by Dimosthenis E. Messinis

Stroke dan bermain

stroke and bermain…..

#1. Stroke dan BErmain
Cara memukul parsial memang sudah DIPELAJARI oleh para PEMAIN, tapi ini belum tepat karena tidak memasukkan unsur cara bergerak yang integrated saat menghadapi lawan.

Yaitu:
Cara melihat lawan, cara bergerak, cara shift, cara jump, cara step, cara mengikuti 6 titik bola dan sinkronisasi dengan gelombang-tinggi tubuh, cara mekanisme memukul; kesemuanya ADA hitungan dan polanya.

Dijamin deh, masalah mental tadi akan MENTAL jauh.

#2. Perlu fisik yang cukup
Cukup setuju, fisik memang harus DISIAPKAN pada kecukupan tertentu. Jika pemain rekreasi sudah cukup dgn bisa berlari santai 2km tanpa-henti, seorang atlit pastilah lebih dari itu.
Dan utk pemain rekreasi (bukan atlit aktif), kecuupan fisik seperti diatas sudah MENCUKUPI utk melakukan jump n step itu, karena selebihnya adalah KERJA OTAK, jadi makanan OTAK yang harus diasupi.

Tetap semangat bro, TM itu perlu kelenturan, keringanan tubuh, bukan KEKAKUAN dan KEKERASA tubuh.

#3. LAtihan spt apa
Just call me TeeMKa, I am not suhu.

Mengatur feeling irama:
1. Mendengar ketukan musik dari berbagai aliran, bila perlu pelajari bermain alat musik dgn benar spt membaca bermain piano dengan partitur not.
2. Pecahkan dan Pelajari soal2 Matematika, sesuai kemampuan.
3. Mata harus sehat dan gesit MENANGKAP (screen shot) 6 titik bola itu, bisa dilatih dgn melihat benda2 tak berjalan ketika berada diatas kendaran yang sedang berjalan.
4. Serve, 2nd ball, 3rd ball, rally, semuanya memiliki hitungan yang berbeda2, belum lagi jika lawan lob vs smash, atau sebaliknya.
5. Lawan BISA mengatur tempo, tentu saja jika TIDAK ingin dikalahkan, maka JUGA harus bisa membaca, mengatur, bahkan merusak tempo lawan.

Cara instan belajar mengetuk/mengirama seperti iini:
1 2 1 2 … = 2/4
1 2 3 1 2 3 … = 3/4
1 2 3 4 1 2 3 4 … = irama 4/4
1 2 3 4 1 2 3 … = irama 7/8
acak
Dimana setiap angka-1 berarti ketukan lebih KERAS, bisa diterapkan saat KONTAK raket+bola ke arah lawan… selanjutnya terserah deh

#4. Sprint Jarak MEnengah dan Santai.
Persepsi adalah masalah perbedaan pemahaman BAHASA.
Silahkan dibahas lebih lanjut tentang lari bro!

Konteks dari thread-reply ini:
0. Lari menyamping utk FW SideStep
1. Sprint utk KECEPATAN GERAK TUBUH
2. Jarak Menengah dan Jauh utk STAMINA KUAT TUBUH
3. Santai untuk FLEKSIBILITAS, RELAKSASI, PERNAFASAN.

Bgmn porsi menu yang tepat, TeeMKa kira yang pakar dalam urusan LARI ini yang layak memberi jawaban.

#5. Tangan Istirahat stlh eksekusi
Sth bola dieksekusi, dipukul dan terbang ke arah lawan, SECEPATNYA kembalikan dulu tuh tangan dan tubuh ke posisi siap/netral (persis ketika menunggu bola serve datang dari lawan), padahal bola SEDANG terbang.

Dari sini muncul istilah:
1. Jangan memukul dengan seluruh tenaga.
2. Bermain hemat.
3. Singkatnya proses eksekusi (foreswing) yang singkat tapi TETAP CUKUP dan berkualitas.
5. Melihat “Sedang apa” lawan, ketika bergerak, akan-sedang-setelah-rencana memukul.
4. d l l

Pegangan blade terasa berat

Pegangan blade terasa berat.
##1. Raket 2ons, terasa berat?
Quote:
Kenapa blade terasa berat, Tak sperti biasanya yang akhirnya main tidak lepas dan pukulan jadi rusak
Berat dan ringan, tergantung bagian OTOT2 telapak tangan yang sedang digunakan utk memegang raket.
Jika otot2 tidaks sedang CEDERA atau kelelahan, mungkin rasa berat disebabkan:
1. Penggunaan otot2 yang kurang tepat, misalnya hanya menggunakan otot2 atas jari jempol menekan daun, sementara jari2 lain menjepit gagang. Coba ubah gripnya, gunakan telapak jempol yaitu ruas tulang/otot paling bawah dari jari jempol untuk menggenggam handle, ikuti lekukan Flare handle, kemudian tekuk pergelangan ke depan shg blade sejajar dengan garis tangan. Ujung jempolnya utk menggenggam daun dan mengatur besarnya tenaga. Ttik tekan pada bagian tekukan miring ujung handle (pertemuan gagang dan daun)

2. TAk perlu menggunakan raket pemberat, atau bergonta-ganti jenis raket, yg dapat menyesatkan FEEL grip yg tepat. Coba, utk waktu yg lama jangan pake pemberat, jgn ganti2 raket/cukup 1saja, perkuat otot jari misalnya berlatih meremas2 bola2 pingpong.

3. Grip yang belum konsisten, otot2 yg dipakai berubah2 shg tidak optimal.

##2. Lelah karena faktor Mental

Faktor MENTAL paling penting bro.
Mental lelah karena tidak pernah MERASA nyaman bermain tenis meja. Ada satu kunci yang mungkin membantu jika memang lawan anda TIDAK lebih baik segalanya, yaitu dibagian “Tehnik sebelum Footwork”, dijamin deh MENTAL tadi pasti tidak lelah.

Selain itu coba dianalisis ulang dibagian ini:
1. Kecukupan fisik. Diperlukan kelenturan bukan keras berotot kaku.
2. Tehnik dasar; Memegang blade (setup), melihat lawan, melihat bola, menggerakkan tubuh, kapan backswing, foreswing, jenis2 touching ball, membuat properti bola yang diinginkan, membaca titik lemah lawan saat itu.
3. Mekanisme memukul; mengirama gerak bola, membaca pukulan lawan, stamp and jump sebelum footwork, kapan backswing, eksekusi, kembali lagi -ini yang penting-.
4. Jika selama ini sering mengiramana dengan 4/4 = 1 2 3 4 (ulang), coba diubah/ditambah dgn 3/4 = 1 2 3 (ulang) atau 1 2 3 1 2 3 4 (ulang). Setiap angka 1234 sama dengan posisi bola ketika menyentuh blade sendiri, meja lawan, blade lawan, meja sendiri. (ini rahasia ok!).

##3.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.